Tiongkok Kembali Seleksi Calon Astronot Angkatan Ketiga

Astronot China Yang Liwei (yang pertama dari kanan) dan Liu Yang (kedua dari kanan) pada Pameran Benda Aerospace di Museum Nasional China di Beijing pada tanggal 24 April 2017. (Foto: China Daily)

BEIJING, JIA XIANG – Seleksi calon astronot angkatan ketiga di Tiongkok bakal kembali dilakukan tahun ini. Langkah ini seiring rencana eksplorasi antariksa berawak.

Hal tersebut dikemukakan Yang Liwei, wakil direktur Kantor Teknik Antariksa Tiongkok dan Program Astronot pertama Tiongkok ke luar angkasa. Menurut Yang, dalam satu wawancara dengan China Youth Daily, 16 Mei lalu, dibutuhkan 10 hingga 12 astronot. Dari jumlah tersebut dua di antaranya dua wanita.

Tiongkok telah menyelesaikan dua langkah pertama dalam proses tiga langkah yakni: mengirim pesawat ruang angkasa berawak ke angkasa; Melakukan kegiatan ekstravistik dan mendirikan laboratorium ruang angkasa. Langkah ketiga adalah membangun stasiun antariksa berawak jangka panjang.

Setelah pesawat ruang angkasa Tianzhou 1 berlabuh dengan lab ruang Tiangong II, mengisi bahan bakar dan memasok ulang pada bulan April, papar Yang, Tiongkok menyelesaikan percobaan dan tes pada misi laboratorium berawak.

Selama langkah ketiga untuk membangun stasiun luar angkasa, lanjutnya, eksperimen ilmiah lebih banyak akan dilakukan, sehingga membutuhkan astronot yang memiliki lebih banyak keahlian.

“Astronot pada angkatan pertama diharuskan memiliki gelar sarjana dan lisensi pilot, tapi sekarang, astronot baru akan fokus pada sisi teknik, mereka harus memiliki gelar master untuk bekerja sebagai insinyur dan periset,” kata Yang.

Astronot baru mungkin menghadapi standar fisik yang lebih rendah yang ditetapkan untuk astronot dalam seleksi dan pelatihan sebelumnya. Namun, tutur Yang,  mereka harus memiliki daya tahan mental yang lebih stabil, yang memungkinkan mereka bekerja di tempat yang kecil dengan pekerjaan berat untuk waktu yang lama. Pemeriksaan penyakit kronis akan lebih ketat.

“Orang-orang yang pernah mengalami patah tulang tidak memiliki kesempatan Operasi apendisitis bisa ditoleransi, tapi operasi apapun di dada tidak dapat diterima. Orang yang rabun jauh juga tidak memiliki kesempatan karena tekanan ekstrim saat memasuki ruang angkasa akan dengan mudah menyebabkan detasemen retina,” kata Yang .

Dia menambahkan bahwa menurut rencana awal, Tiongkok bisa memilih astronot baru setiap empat tahun tergantung pada misi dan situasi pelatihan.

Tiongkok akan meluncurkan roket pembawa Long March 5B ke luar angkasa pada 2019, dan setelah itu, roket tersebut akan membantu membawa modul inti stasiun luar angkasa China ke luar angkasa. Shenzhou XII dan Shenzhou XIII spacecrafts akan diluncurkan segera setelah itu.

Namun awak Shenzhou XII akan terdiri dari astronot dari kelompok pertama dan kedua, kata Yang.

Tiongkok telah memilih astronot dalam dua angkatan, yakni 14 orang pada tahun 1990an dan tujuh orang di tahun 2010.[JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here