Tiongkok Kembangkan TEL Rudal Antarbenua

TEL Tiongkok

BEIJING, JIA XIANG – Belum lama ini pemerintah Tiongkok memproduksi peluru kendali dengan daya jelajah hingga Amerika Serikat. Tetapi kemudian Tiongkok menyempurnakannya kembali, terutama terkait dengan akurasi, kemampuan daya angkut bahan peledak yang berbeda, dan juga dilengkapi dengan kendaraan angkut jenis off-road untuk peluncur rudal.
Penyempurnaan ini kemungkinan semakin menjadi ancaman yang berat untuk menetralisasi serangan. Menurut beberapa pakar, penyempurnaan itu memperlihatkan kemampuan nuklir Tiongkok yang makin berat, dan bagi Amerika Serikat ini menjadi ancaman potensial untuk terus dimonitor.
Kendaraan jenis off-road untuk peluncur rudal balistik memiliki 16 roda, secara teknis lebih dikenal dengan nama Transporter Erector Launcher (TEL). Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) menggunakan TEL yang diproduksi oleh perusahaan Tai’an, untuk rudal-rudal jenis terbaru.
Menurut sebuah laporan, TEL baru itu mampu membawa DF-31B, rudal balistik antarbenua Tiongkok (Intercontinental Ballistic Missile/ICBM). Jika rudal pengembangan baru ini ditempatkan, maka akan bergabung bersama DF-41, ICBM jarak jauh yang pada Desember lalu diujicoba oleh militer Tiongkok.
Menurut Richard Fisher dari International Assessment and Strategy Center, saat ini militer Tiongkok menyimpan semua rudalnya tersembunyi di bawah tanah. Persenjataan itu sudah terpasang hingga ke TEL, dan harus dibawa sepanjang jalan yang tersedia ke tempat peluncuran.
Tempat penyimpanan ini, membuat basis-basis atau pangkalan nuklir PLA tidak mampu terlihat dari kejauhan, tambah Fisher. TEL sendiri, ujarnya, mampu mengangkut dan sekaligus meluncurkan dari jalan-jalan yang tersedia, sekaligus mampu menunjukkan kemampuan bertahan dalam perang nuklir.
Bagi militer yang terlibat persenjataan nuklir, sangat bergantung pada metode pengiriman persenjataan. Selama era Perang Dingin, rudal-rudal balistik biasanya dibuat untuk diluncurkan dari kapal selam. Namun di tahun 1980-an, Uni Soviet mempelipori pembuatan peluru kendali yang mampu diluncurkan dari kereta atau truk.
Amerika Serikat pun memiliki program yang sama, disebut Midgetman, yaitu alat transportasi dan peluncur untuk ICBM berukuran kecil. Kendaraan ini disebut Hard Mobile Launcher (HML). Kendaraan ini sukses dikembangkan era 1980-an, namun proyek itu kemudian dihentikan tahu 1992, menyusul runtuhnya Uni Soviet dan tekanan politik begitu besar terhadap militer AS untuk meninjau kembali persenjataan nuklirnya.
Saat ini, rudal-rudal balistik Amerika Serikat banyak ditempatkan di kapal-kapal selam. Hal ini mempercepat mereka untuk menggelar serangInternational Assessment and Strategy Centeran pertama setelah mengetahui lokasi sasaran.
Pada akhir bulan lalu, Admiral Cecil D Haney, Komandan Komando Pasukan Strategis AS di hadapan Komisi Angkatan Bersenjata, DPR AS mengatakan, Tiongkok tengah berupaya menempatkan ICBM di kapal-kapal selam, dan mengadakan uji terbang dari rudal mobile baru dan mengembangkan sistem rudal dengan kemampuan membawa beberapa hulu ledak. [JX/Chinadaily/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here