Tiongkok Larang Penggunaan Istilah Barat

BEIJING, JIA XIANG – Lembaga yang berwenang di bidang kebudayaan di Tiongkok, telah mengumumkan akan menertibkan atau melarang gedung-gedung dan permukiman menggunakan nama atau istilah asing.Belum lama ini badan tersebut mengecam dan menghukum sebuah lembaga yang menerbitkan “arsitektur aneh dan tak praktis. Langkah itu tampaknya sebagai reaksi dari kencenderungan penggunaan nama kompleks perumahan dengan istilah berbahasa Inggris atau nama-nama Barat seperti Merlin Champagne Town, Beijing Rivera atau Chateau Reglalia. Penggunaan nama-nama berbau Barat tampaknya untuk menarik kalangan kelas menengah di negara itu, supaya terlihat lebih kosmopolitan. Bahkan ada sebuah apartemen di Beijing diberinama Hometown America.
Penggunaan nama asing atau lokasi sebenarnya ilegal menurut UU yang disahkan di Tiongkok tahun 1996, ungkap Beijing News. Tetapi penerapan aturan itu sangat lemah. Menurut sebuah studi 2014 memperlihatkan penggunaan nama-nama tradisional semakin hilang di era urbanisasi modern negara tersebut. Bahkan sejak tahun 1986, hampir setengah juta nama desa dan kota di Tiongkok tidak lagi menggunakan nama bernuansa tradisional, tulis Beijing News.
Menurut Li Liguo, Menteri Urusan Budaya Tiongkok, pada belum lama ini kepada wartawan mengatakan, penggunaan istilah asing sudah merendahkan budaya Tiongkok, tulis South China Morning Post. “Membersihkan nama ke-Barat-Baratan atau mempertahankan nama tradisional akan dapat memelihara warisan budaya Tiongkok,” tegas Li. [JX/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here