Tokoh Inspiratif Asia 2016

Kunjungan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu ke Korea Selatan, ternyata memberi warna baru bagi seorang tokoh dari negeri kita yang mendapat perhatian besar dari kalangan internasional. Pada kesempatan kunjungan itu, Presiden Joko Widodo, dinobatkan sebagai Tokoh Inspiratif Asia 2016.

Menurut Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Teten Masduki,  pengobatan itu diterima Presiden pada Kunjungannya  ke Korea Selatan dari Asosiasi Jurnalis Asia.

Apa arti penghargaan itu sebenarnya, bagi seorang presiden, dan lebih luas lagi bagi Indonesia sendiri? Banyak alasan yang bisa menjawab pertanyaan-pernyataan itu, tetapi secara prinsip ini bukanlah sekadar penghargaan belaka. Tetapi memiliki makna yang dalam dan luas bagi, dan tentu menjadi pekerjaan berat bagi seorang presiden.

Tentunya penghargaan itu, bukan diberikan pada orang sembarangan, tetapi tokoh yang membawa warna baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Warna baru ini pula yang memberikan perspektif lain bagi para kaum muda untuk bisa menjadi orang “berguna” bagi bangsa dan negara.

Penghargaan ini adalah contoh bagi tokoh dalam dunia politik di negeri kita.   Dalam kehidupan politik Indonesia, hadirnya Joko Widodo pun memberikan harapan baru bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus memberi secercah harapan untuk bisa “bangkit” menjadi negara yang kembali “diperhitungkan” di kancah internasional.

Tentu tidak mudah untuk kembali membawa negeri kita ini “bangkit”. Ini adalah pekerjaan besar, tetapi bukan tidak mungkin bisa dicapai.  Bukan hal yang tidak mungkin, apabila ada keinginan dari semu pihak untuk berbenah diri dari dalam atau di tingkat internal.

Artinya, kita perlu mendukung dan mendorong segala kebijakan yang diterapkan Presiden Joko Widodo bersama jajaran menterinya supaya berhasil.  Dengan kata lain, keberhasilan itu, diperlukan kerja sama, dan secara bersama-sama. Tak mungkin keberhasilan itu dicapai sendiri oleh Presiden dan para menteri, tanpa dukungan seluruh elemen di masyarakat.

Tak mungkin pula masyarakat dapat menikmati hasil pembangunan, tanpa didukung oleh pemerintah. Dengan kata lain, kebersamaan sebagai satu bangsa, menjadi kata kunci dalam membawa negeri ini kembali “bangkit”.  Kata kunci lain yang dapat menjamin keberhasilan itu ialah menjadikan Presiden Joko Widodo, sebagai tokoh yang patut dipercaya dan orang yang pantas memimpin negeri ini ke arah yang kita semua harapkan.

Apabila pihak internasional mampu memberikan penghargaan tinggi kepada Presiden Joko Widodo, mengapa, kita di dalam negeri tidak melakukan hal yang seperti itu?  Bahkan, kalau bisa lebih besar dari sekadar penghargaan tersebut. Maksudnya, dukungan penuh pada segala kebijakan yang diambilnya, menjadi kata kunci lain, sebagai bentuk penghargaan warga negara kepada pemimpin negara ini.

Karena itu, sepatutnya kita, warga negara Indonesia, yang lebih dulu memberikan penghargaan tinggi pada kepala negaranya, bukan pihak lain.  Tetapi inilah kenyataannya. Yang pasti apresiasi tinggi bagi kepala negara kita, sebagai bentuk penghargaan,  adalah yang utama. Mendukung penuh kebijakan pemerintah, bentuk lain dari upaya menjadikan negara ini  kembali diperhitungkan di kancah internasional.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here