Tradisi Pernikahan Tionghoa Mulai Ditinggalkan

Jakarta, Jia Xiang – Tradisi pernikahan adat etnis Tionghoa mulai tergerus oleh modernisasi. Pasangan calon mempelai warga etnis Tionghoa lebih memilih melangsungkan prosesi pernikahan ala barat atau Eropa.

Penilaian itu dikumakakan pemilik Joy Catering, Servius Joy Chandra saat ditemui Jia Xiang Hometown di arena “Jakarta Mega Wedding Festival 2014″, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (11/1/14).

Menurut Joy Chandra, warga Tionghoa di kota-kota besar di Indonesia, saat ini lebih memilih melangsungkan prosesi pernikahan dengan tidak menggunakan tradisi leluhurnya. Tradisi itu banyak digantikan dengan prosesi pernikahan yang lebih praktis dan bergaya Eropa.

“Unsur kepraktisan yang lebih mendominasi alasan kenapa warga Tionghoa di Jakarta jarang sekali menggelar prosesi adat dan tradisi Tionghoa dalam acara pernikahan,” ujarnya.

Joy Chandra menjelaskan, dalam prosesi pernikahan khas Tionghoa, banyak sekali ritual yang harus dilakukan, diantaranya prosesi seserahan, penghormatan kepada para leluhur dan sebagainya. Sementara tingkat kesibukan warga perkotaan seringkali bertabrakan dengan kebutuhan pelaksanaan prosesi adat dan tradisi tersebut.

“Meski demikian, seharusnya warga Tionghoa tetap merasa bangga dengan tradisi kita. Itu merupakan warisan leluhur yang tak ternilai harganya. Makanya menjadi kewajiban kita untuk melestarikannya,” kata Joy Chandra mengingatkan.

Sementara itu, pameran “Jakarta Mega Wedding Festival” ini diikuti 200 vendor yang menampilkan berbagai produk pernikahan. Mulai dari asesoris perhiasan, pakaian pernikahan, katering, undangan serta konsep dekorasi. Pameran pernikahan ini dilaksanakan selama dua hari, 10-12 Januari 2014. [Sop/U1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here