Transjakarta Turut Peringati Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2017

JAKARTA, JIA XIANG – Hari Tanpa Tembakau Sedunia diperingati tiap tanggal 31 Mei. Tahun ini, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) kembali meluncurkan iklan layanan masyarakat (ILM) “Ngerokok Cuma Bakar Uang”. ILM tersebut dipublikasikan atas kerja sama Transjakarta bersama Komnas Pengendalian Tembakau.

Peluncuran ILM itu diselenggarakan di Balai Kota Jakarta pada Selasa (6/6/17). ILM yang menghiasi bus Transjakarta bertujuan untuk meningatkan kepada masyarakat akan kerugian merokok yang dapat berdampak juga pada ekonomi perokok itu sendiri.

Direktur Utama Transjakarta, Budi Kaliwono menegaskan pihaknya mendukung upaya untuk mengingatkan kembali masyarakat akan kerugian ‘membakar uang’ dalam konsumsi rokok. Publikasi yang dilakukan Transjakarta adalah menampilkan iklan di badan bus.

“Caranya dengan menempatkan iklan layanan masyarakat ‘Ngerokok Cuma Bakar Uang’ pada satu unit bus articulated stiker full body selama enam bulan,” paparnya di Balai Kota Jakarta, Selasa.

Dilansir dari keterangan pers Transjakarta, Lembaga Demografi Universitas Indonesia (LDUI) pernah merilis hasil risetnya bahwa biaya konsumsi rokok pada keluarga miskin sangat besar, yaitu 14 kali biaya konsumsi daging, 11 kali biaya kesehatan, dan tujuh kali biaya pendidikan.

“Iklan layanan masyarakat yang kami buat ini untuk mengingatkan masyarakat bahwa merokok itu sangat sia-sia. Masyarakat Indonesia harus pandai memilih prioritas dalam hidupnya sehingga bukannya memilih membelanjakan uangnya untuk rokok, tapi untuk hal-hal yang jauh lebih bermanfaat, seperti perbaikan gizi keluarga, memilih pendidikan yang  bagus untuk anaknya, dan sebagainya,” ujar Ketua Umum Komnas Pengendalian Tembakau, Dr. dr. Prijo Sidipratomo Sp.Rad, di Jakarta.

ILM ‘Ngerokok Cuma Bakar Uang’ saat ini sudah dipasang di 21 bus Transjakarta yang beroperasi. Adapun rinciannya sebagai berikut, sepuluh ILM di bus single, sepuluh ILM di bus pink (khusus wanita) di koridor 1 dan 9, satu ILM di bus gandeng.

“Strategi ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk berpikir ekonomis dalam pilihannya mengonsumsi rokok saat melihat iklan layanan masyarakat ini beredar di jalanan Jakarta,” ungkap Budi.

Di setiap iklan layanan masyarakat juga tertera nomor Layanan Berhenti Merokok oleh Kementerian Kesehatan RI: 0800-177-6565, bagi masyarakat yang ingin berhenti merokok.

Komitmen Transjakarta menekan kebiasaan merokok juga diterapkan dengan cara melabelkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di seluruh bus maupun halte Transjakarta. “Aturan ini bertujuan melindungi masyarakat dari bahaya rokok,” pungkas Budi.

Sebagai tambahan informasi, peluncuran ILM “Ngerokok Cuma Bakar Uang” pada bus Transjakarta dibuka oleh Asisten Perekonomian Sekda Provinsi DKI Jakarta, Franky Mangatas Panjaitan. Selain itu, Komnas Pengendalian Tembakau juga memberikan Penghargaan Pengendalian Tembakau kepada PT TransJakarta yang telah turut melakukan upaya pengendalian tembakau di bidangnya.[JX/Cka/W5]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here