TTC Index 2015, Tiongkok di Urutan 17, Indonesia di Posisi 50

BEIJING, JIA XIANG – Tiongkok naik ke peringkat 17 dalam daftar daya saing perjalanan dan pariwisata global tahun 2015, demikian Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) 2015 dari Forum Ekonomi Dunia yang diterbitkan awal bulan ini, demikian berita yang dirilis Chinadaily, Rabu (20/5/15) di Beijing.
Ada sejumlah 141 negara masuk dalam daftar yang diukur mulai dari potensi hingga kemampuan menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial melalui industri perjalanan dan pariwisata yang berkelanjutan. Hasil penilaian tahun 2015 ini menempatkan Spanyol berada di urutan paling atas untuk pertama kali. Sementara negara yang menjadi tujuan wisata adalah Perancis, Jerman, Amerika Serikat, Inggris, Swiss, Australia, Italia, Jepang dan Kanada. Mereka ini berada di daftar 10 besar.
Menurut laporan itu, kesenjangan daya saing diantara negara-negara maju dan negara berkembang sangat tipis. Ketika indeks ini pertama kali dirilis tahun 2007, Tiongkok berada di urutan 71. Daya saing di bidang sumber daya alam dan budaya dan harga telah membantu Tiongkok berada di urutan 28 tahun 2013 dan kini naik ke posisi 17 pada 2015.
Tiongkok kini memiliki 47 tempat yang tercatat pada daftar warisan dunia UNESCO, setelah itu ada Italia. Indeks itu juga mencatat capaian yang dilakukan Tiongkok terkait pembangunan infrastruktur, termasuk meningkatnya industri kreatif dan kemampuan menyelenggarakan atau menjadi tuan rumah berbagai event internasional.
Negara-negara di kawasan Asia Pasifik, urutan lima besar, yang masuk dalam daftar itu adalah Australia (urutan 7), Jepang (9), Singapura (11), Hong Kong SAR (13) dan Selandia Baru (16). Namun demikian, yang menjadi sorotan dalam indeks ini adalah pertumbuhan tingkat kedatangan internasional di kawasan Asia Tenggara. Hal ini disebabkan oleh daya saing di bidang harga dan pertumbuhan yang pesat di kelas menengah.
Sementara kerjasama pembangunan regional tentang kebijakan bisa kemungkinan juga bisa memacu pariwisata. Walau pun demikian investasi di bidang konektivitas digital, dan infrastruktur juga sangat diperlukan.
Dalam daftar itu Indonesia berada di urutan 50, sementara negara tetangga Malaysia di urutan 25. Secara keseluruhan diantara negara-negara di Asia Tenggara, Singapura menempati posisi tertinggi (11) kemudian disusul Malaysia (25), Thailand (35), Indonesia (50), Filipina (74), Vietnam (75), Laos (96), Myanmar (134). [JX/Chinadaily/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here