Tukar Sampah dengan Sovenir

Jalan bebas hambatan Qinghai-Tibet. (Foto: JX/Ist)

XINING, JIA XIANG – Kebiasaan membuang sampah di jalan, memang masih menjadi kendala bagi pemerintah daerah di Tiongkok. Membuang sampah di jalan, dan di berbagai tempat umum tampaknya sulit untuk dihindari. Karena begitu sulit, maka pemerintah Provinsi Qinghai menggandeng NGO Greenriver untuk ikut membersihkan sampah termasuk melestarikan lingkungan.Salah satu cara ialah Pemerintah Provinsi Qinghai berencana membangun tempat istirahat atau rest area di jalan bebas hambatan untuk para pengendara. Di sana mereka bukan hanya beristirahat, tetapi bisa menukar sovenir dengan sampah-sampah yang mereka buang atau dikumpulkan di tempat istirahat tersebut.
Di jalan bebas hambatan antara Qinghai – Tibet itu akan dibangun delapan tempat istirahat atau disebut “pos hijau” khusus di jalur sepanjang 420 km saja. Tujuan pembangunan tempat istirahat itu juga untuk menghindari warga membuang sampah di sepanjang jalan tersebut.
Di tempat istirahat itu, akan disediakan secara cuma-cuma yaitu air panas, wifi, tempat charging telepon, dan toilet, ujar Yang Xin, Kepala Greenriver, sebuah NGO yang membantu pemerintah setempat untuk menyelanggaran program kebersihan tersebut. Relawan Greenriver akan mengumpulkan sampah-sampah di setiap tempat istirahat tersebut dan akan dikumpulkan di Kota Golmud, Qinghai, untuk didaur ulang.
Sebenarnya jalur yang menghubungkan Xining, Ibu Kota Provinsi Qinghai dengan Lasha, Ibu Kota Tibet, berjarak 2.000 km. Jalur itu melintasi sejumlah tempat-tampat suaka alam. Di tahun 2013, diperkirakan 160.000 sampah dikumpulkan di jalur bebas hambatan antara Qinghai-Tibet. “Sampah-sampah ini menghancurkan lingkungan sekelilingnya dan mengancam hewan-hean liar yang ada di jalur tersebut,” ungkap Yang Xin sambil menambahkan, jika program tersebut sukses, maka akan diterapkan di jalur lainnya yang masih menghubungkan Qinghai dan dataran tinggi Tibet. [JX/chinadaily/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here