Twitter Semakin Banyak Tutup Akun Terkait Terorisme

(Foto;JX/Ist)

WASHINGTON, JIA XIANG – Pengelola media sosial Twitter menegaskan bahwa sampai pertengahan tahun 2016, mereka telah mencabut 376.890 akun yang “mempromosikan terorisme”. Angka pencabutan itu meningkat 60 persen dalam periode enam bulan.

Sementara dengan dicabutnya akun terakhir  membuat total akun yang sudah dicabut atau diblokade adalah 636.248, dari bulan Agustus 2015, ketika Twitter meningkatkan upaya untuk meredam “aksi kekerasan ekstremisme”, demikian perusahaan itu mengumumkan sebagai bagian dari laporan transparansi mereka terbaru.

Langkah Twitter itu muncul ketika jejaring sosial berada dalam tekanan dari banyak pemerintah di seluruh dunia untuk menggunakan teknologi untuk menangkal para jihadists dan pihak lain yang menggunakan media sosial untuk merekrut dan melancarkan serangan-serangan.

Menurut Twitter, secara terpisah jumlah permintaan banyak pemerintah  untuk mendapat data pengguna juga meningkat tujuh persen dari masa senam bulan sebelumnya. Sedangkan permintaan untuk mencabut konten, dari banyak pemerintah dan pihak lain termasuk para pemegang hak cipta, jumlahnya naik 13 persen, tetapi jumlah akunnya turun menjadi 37 persen.

Sementara itu, AS dan berbagai pemerintah di Eropa telah menekan perusahaan pengelola media sosial, bukan saja Twitter, tetapi juga Facebook Inc, dan Google Alphabet Inc untuk lebih keras lagi memerangi radikalisme online, khsusnya kelompok-kelompok yang membela aktivitas kekarasan.

Menurut Twitter selama enam bulan terakhir di tahun 2016, “aksi kekerasan terkait mempromosikan terorisme, rata-rata 63.000 per bulan. Angka ini naik dari 24.000 per bulan dibanding periode yang sama tahun lalu.

Untuk pertama kali, Twitter mencatat jumlah pemerintah yang meminta mereka untuk mencabut pesan-pesan yang dimuat oleh wartawan dan berbagai lembaga pemberitaan. Data itu memperlihatkan Turki sejauh ini adalah negara paling aktif untuk meredam laporan media. [JX/AFP/CNA/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here