Umat Buddha Gelar Prosesi Abhisekkha dan Patidana

Prosesi abhisekkha dan patidana di Vihara Giriloka, Kulonprogo, jelang Waisak. (Foto-foto: JX/Dimas Parikesit)

KULONPROGO, JIA XIANG – Umat Buddha di Desa Gunung kelir menggelar ritual doa bersama dan melakukan prosesi abhisekkha dan patidana di Vihara Giriloka, Gunung Kelir, Girimulyo, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

JIA002LRitual abhisekka atau pembersihan Vihara dipimpin oleh Bhikkhu Sangha Piya Dhiro. Kegiatan ini dilakukan dalam menyambut Hari Waisak 2560.

Pembersihan vihara bertujuan agar menjadi lingkungan yang bersih dan nyaman untuk beribadah.

“Ini adalah bentuk terima kasih umat kepada tempat ibadah dan lingkungan yang telah memberi kenyamanan. Kami berharap vihara menjadi tempat yang aman, bebas dari bencana dan menjadi tempat perlindungan bagi semua makhluk yang ada di bumi,” ujar Pandita Muda Totok Tejomanu, Majelis Agama Buddha Theravada Yogyakarta.

Setelah puja bhakti atau doa bersama, Bhikkhu mulai memercikkan air suci kepada umat dan seisi kawasan Vihara Giriloka.

JIA003LProsesi mendoakan vihara dilanjutkan dengan prosesi patidana atau mendoakan kebaikan untuk leluhur.

Umat menyalakan lilin pelita di sebuah mangkuk yang telah diberikan nama-nama keluarga yang telah meninggal dunia. Ritual ini dilakukan untuk menghormati dan mendoakan selalu para leluhur.

Pandita Muda Totok Tejomanu, Majelis Agama Buddha Theravada Yogyakarta, mengatakan, sebagai penganut Buddha, menghormati dan memuliakan leluhur adalah kewajiban. Perbuatan baik  yang telah dilakukan diharapkan memberikan kebahagiaan juga bagi leluhur.

Menyalakan pelita pada saat patidana sebagai simbol semoga para leluhur mendapatkan jalan terang dalam kehidupan di alam selanjutnya.[JX/Dms/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here