Umat Buddha Ikuti Prosesi dari Candi Mendut ke Borobudur

Candi Borobudur. (Foto: Ist./W5)

MAGELANG, JIA XIANG – Serombongan umat Buddha membawa berbagai bendera, antara lain bendera kebangsaan Merah Putih, bendera majelis agama Buddha Walubi  ketika berjalan kaki sekitar tiga kilometer dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (21/6/16). Beberapa kelompok kesenian tradisional juga ikut memeriahkan kegiatan dalam rangkaian Tri Suci Waisak 2016 di sana.

Tri Suci Waisak untuk merayakan tiga peristiwa penting dalam ajaran agama Buddha, yakni kelahiran Pangeran Sidharta Gautama Sang Buddha mencapai penerangan sempurna, dan mangkat Sang Buddha Gautama.  Dalam prosesi yang meriah tersebut, setiap umat membawa bunga sedap malam, sedangkan sejumlah biksu senior menumpang kendaraan hias berbentuk kapal yang juga menjadi tempat membawa relik Sang Buddha.

Para biksu dari berbagai dewan sangha Perwakilan Umat Buddha Indonesia tampak bersama umat dalam prosesi Waisak  yang secara langsung dipimpin Ketua Umum DPP Walubi Siti Hartati Murdaya. Para biksu memercikkan air berkah, sedangkan mereka lainnya menaburkan bunga mawar warna merah dan putih.

Berbagai sarana pujabakti Waisak di Candi Borobudur yang dibawa dalam prosesi sejak sekitar pukul 14.00 hingga 15.30 WIB itu, antara lain air berkah, api dharma, kitab suci Tripitaka, serta properti yang melambangkan roda dharma.

Berbagai tandu berisi gunungan hasil bumi diusung beberapa orang dengan mengenakan pakaian adat Jawa, sedangkan rombongan lainnya, yakni para muda-mudi yang mengenakan pakaian adat dari seluruh daerah di Indonesia.

Para biksu yang prosesi jalan kaki diiringi para petugas khusus yang masing-masing membawa songsong atau payung dengan gagang berukuran cukup panjang.  Ketua DPP Walubi Jateng David Hermanjaya menyambut kedatangan umat dan para biksu di pelataran Candi Borobudur.

Aparat kepolisian dan TNI berjaga di berbagai tempat yang dilalui umat bersama para biksu, saat berlangsung prosesi tersebut. Para petugas berupaya mengatur lalu lintas di sini agar prosesi Waisak lancar. Sebab, kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur tidak dihentikan selama umat Buddha melakukan rangkaian perayaan Waisak.

Masyarakat sekitar dan wisatawan, baik Nusantara maupun mancanegara,  menyaksikan prosesi Waisak di sepanjang jalan antara Candi Mendut hingga Pintu VII Taman Wisata Candi Borobudur. Namun para wisatawan diimbau tetap menjaga ketenangan dan menghormati para buddhis yang sedang berdoa dan melakukan ritual keagamaan.

Warga di sekitar juga menggelar berbagai dagangan, termasuk makanan dan minuman, di berbagai tempat di sepanjang jalur prosesi.[JX/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here