UMY Anugerahi Mahathir Mohamad Gelar Doctor HC

Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr. Mahatir Mohamad (tengah) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (Foto: JX/Deni Priyatin)

YOGYAKARTA, JIA XIANG- Universites Muhamadiyah Yogyakarta (UMY) memberi gelar doctor (DR) honoris causa (HC) untuk mantan Perdana Menteri Malayasia Tun Dr Mahathir Mohamad, Kamis (17/03/16), dengan gelar DR HC pada bidang studi perdamaian dan Islam.

Menururut Rektor UMY Bambang Cipto, gelar DR HC pada bidang perdamaian dunia sangat cocok disandang Tun Mahastir, sebab peran dan usahanya dalam menyuarakan perdamianan dunia.

“Sebagaiaman yang kita ketahui Tun Mahatir selalu menyuarakan perdamianan dunia melalui forum-forum perdamaian. Harapannya dengan diberikannya gelar DR HC ini, Tun Mahatir bisa terus menyuarakan perdamaian kepada seluruh dunia,” kata Bambang.

Bambang menambahkan pemberian gelar Doktor HC ini juga sebagai kontriibusi UMY untuk dunia dan merupakan gelar yang pertama kali diberikan pada aktivis perdamian dunia.

Mahathir menunjukkan konsistensinya dengan mendirikan Yayasan Kuala Lumpur untuk Kriminalisasi Perang dan Global Peace Foundation. Dua lembaga tersebut merupakan lembaga yang mempromosikan perdamaian dunia dan upaya mengakhiri perang. Sedangkan Mahathir Global Peace Scool (MGPS) merupakan kerjasama UMY dangan Yayasan Perdana Global Peace Foundation (PGPF).
Sejak tahun 1991 hingga 2015, Tun Mahathir sudah menerima gelar DR HC di berbagai bidang keilmuan sebanyak 45 kali. Dua gelar DR HC di antaranya diperoleh dari Indonesia, yaitu Universitas Padjadjaran Bandung dan Universitas 11 Maret Surakarta juga telah memberikan gelar DR HC kepada Mahathir Mohamad dalam bidang yang berbeda. Sedangkan gelar kehormatan kali ini merupakan gelar DR HC ke-46 yang diterima Tun Mahathir.
Mendapat gelar kehormatan DR HC dari UMY, Tun Mahathir Mohamad mengaku cukup senang dan mengucapkan banyak terima kasih.
“Terima kasih, saya berharap ini bukan saja pemberian gelar doktor kehormatan kepada saya, melainkan juga menjadi bukti bahwa kita semua menerima konsep perdamaian dan menjadikan perang sebagai salah satu tindakan kriminal,” kata Mahathir saat memberikan pidaoto usai mendapat gelar dari UMY.
Tun Mahathir juga menambahkan, kerugian akibat perang tidaklah sedikit, banyak korban jiwa yang menginggal saat peperangan berlangsung. Salah satunya perang yang terjadi di Timur Tengah yang menyebabkan ribuan ibu dan anak-anak meninggal dunia. Untuk itulah Tun Mahathir menegaskan pentingnya perdamaian dunia.[JX/Dee/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here