Uniknya Pizza di Namus Cafe Ubud

Ubud, Jia Xiang – Mendengar nama pizza telinga kita sudah tak asing lagi. Namun di Ubud, Bali, ada yang berbeda dengan menu pizza-nya.

Selama ini, kita hanya mengenal bentuk pizza yang bulat dengan ragam topping di atasnya. Tapi, tidak begitu yang ada di Namus Café di Ubud, Bali. Pizza buatan Yasmin Imelda Robles ini berupa pizza potong atau slice pizza.

Pizza berbentuk persegi berukuran 12×14 sentimeter inilah yang menjadi menu andalan Namus Café. Selain memiliki cita rasa khas, bentuknya juga berbeda dengan pizza pada umumnya. “Saya ingin setiap costumer punya cerita dan kesan tersendiri tentang Namus Café,” ujar Yasmin Imelda Robles kepada Jia Xiang Hometown di Ubud, Jumat (8/11/13).

Bagi perempuan berdarah Batak-Philipinna ini, memberi yang terbaik bagi pelanggan adalah harga mati. Sebab, sebagian besar pelanggannya adalah turis mancanegara yang berlibur di Pulau Dewata. Apalagi, wisatawan asing terbilang rewel jika urusan makanan dan minuman. Mereka memilih membayar lebih mahal untuk cita rasa dan pelayanan terbaik.

Nama Namus dikutip dari bahasa Arab yang artinya wahyu. Kata itu menginspirasi Yasmin untuk memberi rasa nyaman, kesejukan, serta rejeki yang berlimpah saat pelanggannya datang untuk menyantap pizza potong. Inilah alasan Yasmin menggunakan Namus sebagai nama kafe.

Ia mengaku, sesungguhnya tidak memiliki latarbelakang pendidikan formal apapun menyangkut makanan dan minuman. Kepiawaiannya membuat penganan khas Italia itu didapatkan secara otodidak, ditambah pengalaman tiga tahun tinggal di Italia.

Berbekal kemampuan mengolah pizza yang dimilikinya, Yasmin memilih meninggalkan hiruk-pikuk Jakarta dan hijrah ke Bali. “Butuh waktu setahun menemukan usaha apa yang cocok. Akhirnya saya memutuskan membuka kafe kecil dengan konsep Italian Home Kitchen,” kenangnya.

Ia lantas menyewa bangunan sederhana yang berada di depan Neka Museum. Bangunan itu “disulap” menjadi kafe sederhana, namun eksotik dengan interior bernuansa biru. Bisnis kafe yang digeluti bukan tanpa kendala. Terutama menyangkut rekrutmen karyawan. Konsekuensinya, tak jarang Yasmin harus terjun langsung mengurus kafenya.

Urusan meracik pizza, tetap ia kerjakan sendiri. Ini dilakukan untuk menjaga cita rasa dan kualitas.[JX/Igo/U1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here