Usai Pelantikan, Donald John Trump Berdansa Bersama Melania Trump

Presiden Trump berdansa bersama istri (Foto: JX/Toronto Stars)

WASHINGTON DC, JIA XIANG – Donald John Trump Jumat (20/1/17) siang dilantik menjadi Presiden ke-45 Amerika Serikat.  

Setelah dilantik, dan kemudian menjalani tradisi parade. Presiden Donald Trump dan Ibu Negara, Melania Trump, melantai diiringi My Way di Hall Liberty.  Lagu yang pernah dilantunkan oleh Frank Sinatra itu pada acara tersebut dibawakan oleh penyanyi asal Nashville, Erin Boehme.

Pada acara dansa itu ikut pula Wakil Presiden Mike Pence dan istri, dan  anggota keluarga mereka. Tampaknya Trump akan melewati malam yang penuh kesibukan, mulai dari di  Liberty dan Freedom Balls di Walter E. Washington Convention Center, dan kemudian  menghadiri upacara penghormatan militer bernama  The Salute To Our Armed Services Ball.

Trump, lahir pada 14 Juni 1946 di Kota New York. Dia adalah lulusan University of Pennsylvania  Wharton School of Business, dan pada 1968 bergabung dengan perusahaan properti milik ayahnya.

Pada 1971 dia mengambilalih kendali perusahaan ayahnya, kemudian dalam beberapa puluh tahun membangun kerajaan bisnisnya.

Selama bertahun-tahun Trump menanamkan modal, antara lain dalam bisnis perjudian dan klub golf. Dia muncul menjadi tokoh pesohor melalui acara realitas TV-nya, The Apprentice dan pemilihan ratu sejagat, Miss Universe.

Upcara pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS ke-45 (Foto: JX/Ist)

Majalah Forbes memperkirakan kekayaan yang dimiliki oleh Presiden Trump mencapai 4,5 miliar dollar AS (setara Rp60,3 triliun). Namun Trump sendiri mengaku bahwa kekayaannya jauh lebih besar yaitu mencapai 10 miliar dollar AS atau setara Rp134,2 triliun.

Di bidang politik dia dikenal sebagai orang yang pernah mendukung calon presiden dari dua partai besar di AS, Demokrat dan Republik.  Namun keinginannya yang begitu besar untuk memimpin negerinya sendiri begitu besar, sampai-sampai akhirnya dia yang sama sekali tidak berpengalaman bekerja di  pemerintahan mengajukan diri sebagai calon presiden pada Juni 2015.

Selama masa kampanye dia banyak mengeluarkan pendapat yang kontrofersial, sehingga membuat banyak orang tidak simpatik. Bahkan banyak tokoh di negeri itu, justru menyatakan bahwa dia tidak pantas memimpin negera besar seperti Amerika Serikat.

Slogan yang diusung Trump selama kampanye adalah Make America Great Again (Kembalikan Kehebatan Amerika).

Selama masa kampanye itu Trump juga banyak berjanji untuk menciptakan lapangan kerja baru. Dan hal ini diwujudkan seminggu sebelum pelantikannya sebagai presiden, dengan bertemu pengusaha Cina, Jack Ma, pemilik situs  belanja online Alibaba. Dia mengajak Jack untuk bekerjasama dengan pengusaha di AS dalam memasarkan maupun menjual produk-produk AS di Cina, dengan demikian makin terangsang pengusaha di AS untuk bekeja lebih serius lagi.

Dia juga berjanji memperketat keamanan nasional dan berjanji. Bahkan yang menarik dan menimbulkan reaksi berbagai pihak adalah membangun pagar dinding di sepanjang perbatasan AS-Meksiko untuk menghadang imigran ilegal masuk ke AS.

Di dalam kabinetnya, Trump juga mengundang kritik, sebab sebagian besar pengusaha ditarik oleh dia untuk duduk di dalam kabinetnya.

Kritikan yang masih terngiang hingga kini di kalangan rakyat AS adalah sikapnya terhadap Rusia. Bahkan badan intelijen AS pun ikut menuding bahwa kemenangan Trump atas lawannya mantan first lady AS, Hillary Clinton, diwarnai campur tangan Rusia.

Banyak pihak pun “menyerang” Trump dengan menyebutkan bahwa Rusia yang meretas jejaring komputer tatkala digelar pemilihan presiden. [JX/berbagai sumber/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here