Usia Bulan Diperkirakan 4,51 Miliar Tahun

Bulan (Foto: JX/Ist)

TANJUNG CANAVERAL, JIA XIANG – Sebuah estimasi baru yang dikeluarkan para para pakar menyebutkan bahwa ternyata bulan berusia lebih tua dari yang diperkirakan banyak ilmuwan, yakni 4,51 miliar tahun.

Estimasi terbaru itu dikeluarkan berdasarkan pada bebatuan  dan tanah yang dikumpulkan para pejalan kaki di bulan yang naik Apollo 14, demikian laporan sebuah tim peneliti, Rabu (11/1/17).

Menurut mereka bulan terbentuk dalam 60 juta tahun kelahiran sistem tata surya. Estimasi-estimasi sebelumnya berkisar dalam 100 juta tahun, kemudian sampai 200 juta tahun setelah penciptaan sistem tata surya, bukannya 4,6 miliar tahun yang lampau.

Para ilmuwan tersebut menghitung usia menggunakan uranium-timbal pada fragmen-fragmen logam zirkon yang diekstraksi dari sampel-sampel bulan Apollo 14. Potongan-potongan zirkon itu sangat kecil, tidak lebih besar dari sebutir pasir.

“Ukuran tidak penting, karena fragmen-fragmen itu merekam informasi luar biasa,” kata penulis utama penelitian tersebut Melanie Barboni dari University of California, Los Angeles, dalam e-mail.

Dia menambahkan, bulan memiliki “begitu banyak keajaiban… kunci memahami bagaimana Bumi kita yang cantik ini terbentuk dan berevolusi.”

Beberapa dari delapan sampel zirkon telah digunakan dalam sebuah studi sebelumnya, yang juga dilakukan di UCLA. Barboni mengatakan, dia sedang mempelajari lebih banyak zirkon dari sampel-sampel Apollo 14, tapi diperkirakan itu tidak akan mengubah estimasi usia bulan 4,51 miliar tahun, paling banyak hanya menjadi 4,52 miliar tahun.

Astronot Apollo 14, Alan Shepard dan Edgar Mitchell, mengumpulkan 41,73 kilogram dan menggunakan tabung-tabung untuk menggali tanah sambil menjelajahi dataran tinggi Fra Mauro di bulan pada Februari 1971. Mereka berjalan kaki dua kali di bulan, secara keseluruhan selama sembilan jam di permukaan bulan.

Ini merupakan studi besar tentang bulan dalam dua minggu ini.  Hari Senin, para ilmuwan Israel menyimpulkan bahwa bulan mungkin terbentuk dari banyak bulan-bulan mini.

Menurut mereka, bulan bukan terbentuk dari kekuatan raksasa yang menghantam dan melepaskan bagian tubuh Bumi, namun dari serangkaian tabrakan yang lebih kecil, mungkin telah menciptakan banyak bulan yang akhirnya bergabung menjadi satu.

Teori kekuatan raksasa ini menjelaskan bahwa hasil dari energi hantaman itu membentuk lautan lava bulan yang kemudian menjadi padat. Usia solidifikasi ini yang sekarang dipastikan oleh Barboni dan timnya.

Barboni mengatakan seperti apa pun proses pembentukan bulan, hasilnya adalah pemadatan bulan seperti yang diketahui sekarang. “Kita akhirnya menentukan usia minimum pembentukan bulan, bagaimana pun prosesnya,” tambah Barboni. [JX/VOA/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here