Utamakan Kebutuhan Domestik

Jakarta, Jia Xiang – Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Prakoso Budi Susetyo menyatakan kebutuhan dalam negeri (domestik) harus dipastikan terpenuhi sebelum mengekspor, terutama untuk komoditas berbasis sembilan bahan makanan pokok (sembako).

“Kebutuhan akan sembako di dalam negeri harus terpenuhi, pokoknya sembako kita harus mandiri baru ekspor kemudian,” kata Prakoso Budi Susetyo di Jakarta, Jumat (31/1/14). Menurut dia, ekspor kebutuhan bahan pangan pokok termasuk di dalamnya produk pertanian, perikanan, dan perkebunan sementara kebutuhan domestik masih tinggi justru akan memaksa dilakukannya impor atas produk-produk tersebut.

Ia berpendapat, lebih ideal jika kebutuhan domestik terlebih dahulu dipenuhi sebelum ekspor dilakukan. “Dengan mendorong ekspor bisa jadi neraca perdagangan seimbang bahkan bagus tapi ingat pondasi ekonomi di bawah akan rapuh karena yang di ekspor itu bahan kebutuhan pokok,” katanya.

Menurut dia, mendorong ekspor sah-sah saja sepanjang itu untuk produk-produk tersier, terutama produk industri kreatif termasuk kerajinan tangan di dalamnya. Prakoso justru menekankan pentingnya swasembada bagi produk kebutuhan pokok agar ketergantungan kepada negara lain bisa ditekan.

“Kenapa kita selalu dikejar untuk ekspor tapi kenapa di lain pihak kita justru dihajar oleh produk impor,” katanya. Prakoso menilai ekspor yang dianggap mendorong kemakmuran harus dipertanyakan kemakmuran bagi siapa, apakah bagi segelintir orang ataukah bagi masyarakat yang lebih luas.

“OK jika makmur secara angka, ekspor memang penting tapi jika akibatnya masyarakat harus membayar dengan harga yang lebih tinggi untuk produk yang sama hasil impor, apa gunanya. Negara berkewajiban memakmurkan rakyatnya tapi alangkah lebih baiknya jika rakyat mampu memakmurkan diri mereka sendiri melalui swasembada,” demikian Prakoso Budi Susetyo seperti dikutip dari Antara, Minggu (2/2/14). [B1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here