Vaksinasi Flu Saat Hamil, Kurangi Risiko Bayi Terserang Influenza

(Foto: JX/Ist)

WASHINGTON, JIA XIANG – Vaksinasi flu saat hamil tampaknya secara “signifikan” mengurangi risiko bayi menderita influenza dalam usia enam bulan pertama mereka, demikian menurut sebuah studi baru.Studi yang ditulis dalam jurnal Pediatrics, para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Utah menemukan, bayi-bayi yang ibunya divaksinasi saat hamil, memiliki peluang terserang influenza lebih kecil. Sekitar 70 persen kondisi tubuh mereka mampu menangkal flu dan pengurangan 80 persen dari kasus-kasus flu yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Penulis utama studi tersebut, dokter anak Julie H. Shakib mengatakan, “Bayi tidak bisa diimunisasi selama usia enam bulan pertama mereka, sehingga mereka harus bergantung pada orang lain untuk perlindungan penyakit flu selama waktu itu. Ketika ibu hamil mendapat vaksin flu ada manfaat yang jelas untuk bayi mereka. ”
Para peneliti mengatakan, temuan mereka ini penting karena “ibu hamil dan bayi yang baru lahir termasuk di antara yang berisiko tertinggi untuk meninggal akibat penyakit flu.
Sementara itu sebuah studi yang disponsori CDC mengenai flu dan pneumonia, oleh para peneliti di Pusat Medis Vanderbilt University, menyebutkan lebih dari 2.000 pasien pneumonia yang mengunjungi rumah-rumah sakit di Amerika Serikat, selama tiga musim flu, mereka yang menerima vaksinasi 57 persen lebih tidak mungkin untuk diopname dengan flu-pneumonia daripada pasien-pasien yang tidak divaksinasi.
Studi tersebut juga menemukan vaksin-vaksin yang kurang efektif untuk para pasien yang lebih tua dan mereka yang memiliki sistem imunitas lemah, tapi efektif untuk orang-orang yang sehat di bawah usia 65 tahun dan anak-anak kecil. Karena vaksin flu tidak 100 persen efektif, para dokter juga merekomendasikan sering cuci tangan dan menjauh dari mereka yang terkena flu.
Sementara itu, para staf di CDC juga waspada karena musim flu tahun ini sedang berlangsung. “Pandemi flu tetap merupakan skenario mimpi buruk bagi kesehatan publik,” ujar Frieden, menambahkan bahwa para epidemiolog CDC bekerja sepanjang waktu untuk lebih baik mendeteksi flu saat sedang menyebar, jadi para pejabat kesehatan dapat memberikan respon yang lebih baik untuk wabah influenza dan agar para ilmuwan medis dapat bekerja untuk memproduksi vaksin yang lebih baik. [JX/VOA/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here