Waisak di Kulonprogo, Umat Ikuti Kirab Buddharupam

Peringati Waisak, ratusan umat Buddha Theravada Kulonprogo menggelar ritual Kirab Buddharupam dan Amisapuja.(Foto-foto: IX/Dimas Parikesit)

KULONPROGO, JIA XIANG – Ratusan umat Buddha Theravada Kulonprogo menggelar ritual Kirab Buddharupam dan Amisapuja atau meditasi berjalan di Desa Gunung Kelir, Girimulyo, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut merupakan salah satu dari rangkaian peringatan Hari Suci Waisak 2560/2016.

Detik-detik Hari Raya Tri Suci Waisak jatuh pada tanggal 22 Mei 2016 tepat pukul 04.14.16 WIB.

Ritual kirab dilakukan secara hikmat. Umat melakukan puasa berbicara dan hal lain yang bisa mengundang hilangnya konsentrasi umat dalam menjalankan ritual.

“Umat melakukan prosesi kirab adalah bentuk Cankamanaya itu meditasi berjalan dengan membawa persembahan kepada Tiratana,” ujar Pandita Muda Totok Tejamano, Majelis Agama Buddha Theravada Yogyakarta.

Dengan pakaian adat Jawa, umat membawa berbagai macam sesaji dan penjor atau obor.

baca juga umat buddha ikuti prosesi dari candi mendut ke borobudur

Terlihat sejumlah umat membawa beras kuning yang ditaburkan, nasi tumpeng dan tidak lupa geblek makanan khas Kulonprogo yang dibentuk menyerupai tumpeng serta patung sang Buddha yang ditandu selama jalannya prosesi kirab berlangsung.

“Kirab Buddharupam dan Amisapuja dilakukan untuk meresapi penghormatan pada Tiratana yang telah memberikan segala kebaikan, serta umat Buddha Gunung Kelir ikut melestarikan tradisi budaya Jawa menjelang hari raya dengan prosesi kirab,” ujar  Surahman, Wakil Kementrian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta.

baca juga wapres jusuf kalla ajak seluruh umat hindari perpecahan

Perayaan Hari suci Waisak di Gunung Kelir mengambil tema “Memayu Hayuning Bhawana Lumantar Laku Welas Asihlan Kawicaksanaan” yang artinya melestarikan alam dengan berlaku kasih saying dan kebijaksanaan.[JX/Dms/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here