Wales Lolos ke Semi Final Setelah 58 Tahun

Timnas Wales rayakan kemenangan (Foto:JX/ist)

PARIS, JIA XIANG – Absen dari turnamen akbar selama 58 tahun, Wales mencatat sejarah dengan melaju ke semi final Piala Eropa 2016 dengan menumbangkan Belgia 3-1. Kunci keberhasilan itu, menurut manajer Wales, Chris Coleman, adalah pertahanan dan semangat para pemain The Dragons—julukan timnas Wales.
“Saya berkata sebelum kami memulai pertandingan hari ini, kami tidak datang ke sini untuk menikmati pertandingan, kami di sini untuk berlaga. Kami bertahan seperti tentara,” kata Coleman.Coleman, yang pernah menangani Fulham di Liga Primer, merujuk pada kegigihan anak-anak asuhannya setelah tertinggal 0-1 melalui gol spektakuler pemain Belgia keturunan Indonesia, Radja Nainggolan, pada menit ke-13. Mental Gareth Bale dan kawan-kawan tidak mengendur. Terbukti pada menit ke-30, Wales mampu menyamakan kedudukan berkat tandukan kapten Ashley Williams yang menyambut sepak pojok.
Pada babak kedua, tim Belgia yang bertabur pemain-pemain bintang, terus berkonsentrasi menggedor pertahanan Wales. Akan tetapi, fokus pada serangan membuat kubu “Setan Merah”— julukan timnas Belgia — lengah.
Lewat serangan balik pada menit ke-55, Aaron Ramsey menyodorkan bola ke Hal Robson-Kanu di kotak penalti. Dengan satu gerakan balik badan, pemain yang kini tidak bernaung ke klub manapun itu, lolos dari pengawalan tiga bek Belgia dan melepaskan tembakan ke sisi kiri gawang. 2-1 untuk Wales.
Wales, yang catatan terbaiknya mencapai perempat final Piala Dunia 1958 sebelum dikalahkan Brasil, mengubur peluang timnas Belgia berkat gol sundulan pemain pengganti Sam Vokes lima menit sebelum laga berakhir. Akibat kekalahan tersebut, manajer Belgia, Marc Wilmots, diduga akan mundur.
“Saya mengatakan akan membuat keputusan setelah Piala Eropa. Saya tidak akan membuatnya begitu pertandingan ini selesai. Masih ada adrenalin yang mengalir. Kita akan lihat nanti,” kata Wilmots. Adapun bagi Wales, kemenangan atas Belgia memastikan tiket ke semi final melawan Portugal. Namun, pada laga yang digelar pada Rabu (6/7/16) itu, Wales tidak akan diperkuat Aaron Ramsey akibat akumulasi kartu kuning.
“Seluruh pengalaman ini buat kami adalah daerah yang belum terjamah, 1958 adalah kali terakhir (bertanding di turnamen akbar) dan itu sudah sangat, sangat lama. Kenyataan bahwa kami di semifinal amatlah fantastis, namun kami harus menyiapkan pertandingan selanjutnya dengan memperhatikan performa kami,” tutup Coleman. [JX/BBC/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here