Warga Rusun Marunda Keluhkan Transportasi

Jakarta, Jia Xiang – Warga Rumah Susun (Rusun) Marunda, Jakarta Utara, mengeluhkan sulitnya akses transportasi angkutan umum di wilayah itu. Padahal Pemerintah DKI Jakarta menjanjikan akan menyediakan fasilitas tersebut.

Warga Rusun Marunda sebagian besar adalah warga yang direlokasi (dipindahkan) dari beberapa pemukiman kumuh di Penjaringan dan Muara Baru, Jakarta Utara, serta daerash lainnya. Mereka mengaku merasa lebih nyaman tinggal di rumah susun. Sayangnya akses transportasi umum yang terbatas, menghambat aktivitas keseharian warga.

Ketua blok-C2 Rusun Marunda, Prasetyo, mengatakan warga di rusun itu sudah sangat berterima kasih karena bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak. Bahkan sejumlah fasilitas rumah tangga telah disediakan oleh Pemerintah DKI Jakarta. Misalnya kompor gas, kipas angin, kasur, dan beberapa peralatan dapur.

“Sudah nyaman tinggal disini, tapi persoalan tranportasi angkutan umum saja yang belum ada di Rusun Marunda. Ketika pertama kali tinggal pernah beroperasi bus antar jemput ukuran 3/4 gratis disediakan namun sampai sekarang sudah tidak beroperasi lagi,” kata Prasetyo kepada Jia Xiang Hometown, Selasa (11/2/14).

Menurut Prasetyo, keluhan transpotasi di rusun Marunda ini sudah sering disampaikan langsung kepada Gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi). Namun saat warga menanyakannya, Jokowi hanya menjawab, “tunggu saja”.

Sementara itu, Nani warga yang berdagang di lantai dasar rusun Marunda, juga mengeluhkan persoalan trasportasi. Pasalnya sampai saat ini meski ia tinggal di rusun Marunda tetapi anaknya masih sekolah di kawasan Penjaringan. Karena terbatasnya akses transportasi darat, Nani pun memutuskan untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain.

“Saya pindahkan sekolah anaknya, karena tidak ada transportasi, kalau menggunakan tranportasi kapal hanya beroperasi pagi dan sore saja, sedangkan anak saya sekolahnya siang hari,” ungkap Nani.[For/S1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here