Warga Rusun Rawa Bebek Dapat Fasilitas Bus Sekolah

(Foto: JX/beritajakarta.com)

JAKARTA, JIA XIANG – Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Bus Sekolah, Muhammad Insyaf, menjelaskan bahwa pihaknya sudah memberikan delapan bus untuk memfasilitasi pelajar yang tinggal di Rumah Susun Rawa Bebek, Jakarta Timur. Pekan lalu sejumlah bus tersebut sudah diluncurkan oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sopan Adrianto.Alasan pihak UPT Bus Sekolah memberikan lebih banyak bus di Rusun Rawa Bebek, karena banyak pelajar yang berasal dari kawasan Luar Batang dan Aquarium, Penjaringan, Jakarta Utara, baru dipindahkan
“Bus Sekolah yang terakhir diluncurkan itu, di Rusun Rawa Bebek, Jakarta Timur. Alasannya karena banyak penghuni baru yang berasal dari lokasi penertiban di Jakarta Utara,” kata Insyaf kepada Jia Xiang, Senin (25/4/16) di Jakarta.
Walau peluncuran bus belum genap satu bulan, dia mengakui fasilitas Pemprov DKI berupa Bus Sekolah cukup membantu pelajar yang tinggal di Rusun Rawa Bebek. Diakui juga olehnya, akses menuju Rusun Rawa Bebek cukup jauh dari jalan besar cakung. “Delapan bus itu selalu penuh oleh siswa yang berangkat dan pulang ke rusun tersebut. Mungkin, mereka memanfaatkan bus untuk keluar dari kawasan rusun. Aksesnya kan lumayan jauh menuju jalan besar,” lanjut dia.
Insyaf menjelaskan, jumlah armada bus yang siap sedia di tiap Rusun berbeda-beda. Perbedaan itu didasarkan oleh kebutuhan pelajar yang tinggal di dalam Rusun. Jadi, menurut dia sangat wajar bila melihat jumlah bus yang hilir-mudik di tiap rusun berbeda-beda. “Tergantung animo dan keberadaan pelajar di tiap rusun,” papar dia.
Pemprov DKI, tambah Insyaf, memiliki 140 bus sekolah untuk mengangkut para pelajar setiap hari. Jumlah itu sebetulnya masih kurang dari cukup untuk membantu pelajar menuju sekolah ataupun sebaliknya. “Tapi dengan jumlah tersebut, kami maksimalkan 140 bus itu bisa mengakomodasikan para pelajar yang tinggal di Rusun maupun yang berada di lokasi lain,” pungkas dia.
Untuk evaluasi rute, Insyaf mengaku UPT Bus Sekolah selalu melakukan hal itu di setiap akhir tahun ajaran, bukan berdasarkan tahun anggaran Pemprov DKI. Alasannya karena khusus Bus Sekolah, penumpangnya adalah pelajar yang setiap akhir semester memiliki jumlah yang pasti berbeda.
“Jumlah pelajar itu kami evaluasi setiap tahun. Karena banyak dari mereka sudah berpindah sekolah pada semester berikutnya,” ujar dia. “Jadi, kami selalu mengikuti perputaran pelajar itu lebih banyak sekolah di daerah mana, lalu kami akan memberikan bus tambahan bila peminat di daerah tersebut lebih banyak membutuhkan bus sekolah,” papar Insyaf.
Seperti saat ini, sudah mendekati akhir semester genap tahun ajaran kalender pendidikan. Insyaf bersama tim dari Bus Sekolah tengah bersiap merekapitulasi data pelajar yang menggunakan fasilitas Pemprov DKI. “Jadi, kami akan menggelar rapat setiap tahunnya untuk menentukan arah mana pelajar sekiranya lebih banyak membutuhkan Bus Sekolah pada semester depan,” tutup Insyaf. [JX/Cka/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here