Warga Tionghoa Tegal Gelar Ceng Beng

Perayaan Ceng Beng di Tegal. (Foto: JX/Dee)

TEGAL, JIA XIANG – Umat Tri Dharma Tegal menggelar perayaan Ceng beng dengan menggelar sembayang bersama di Rumah Penyimpanan Abu Jenazah, Jalan Hang Tuah Tegal, Senin (5/4/16). Acara tersebut diikuti ratusan umat Tri Dharma Tegal.Perayaan Ceng Beng atau Qingming adalah hari ziarah yang digelar rutin setiap tahun dengan mengunjungi makam orang tua dan leluhur untuk memberishkan makam tersebut atau ke rumah abu dengan membawa buah-buahan, kue, makanan dan mengirim koper dan rumah-rumahan kepada arwah leluhur.

(Foto-Foto: JX/Dee)
(Foto-Foto: JX/Dee)

Menurut Ketua Yayasan Tri Dharma II, Bidang Bela Duka, Tang Beng Ling. Perayaan Ceng Beng merupakan tradisi warga Tionghoa untuk menghormati arwah leluhur.
“Perayaan Ceng Beng bukan perayaan agama tertentu saja, tetapi ini merupakkan tradisi warga Tionghoa untuk menghormati arwah orang tua dan leluhur sekaligus wujud bakti orang tua yang sudah meninggal,” ucap Tang Beng Ling.“  Tegal 8Di Tegal sendiri pemakanan khusus warga Tionghoa sudah tidak ada lagi, berubah jadi permukiman. Jadi perayaan Ceng Beng dipusatkan di rumah penyimpanan abu jenazah untuk umat Tri Dharma. Sedangkan warga Tionghoa yang beragama Kristen (Katolik dan Nasrani) berziarah kubur di Pemakaman Kerkoff,“ ujar Tan Beng Ling.tegal 3
Perayaan Ceng Beng dipimpin oleh Tou Su Chen Li Wei dari Kelenteng Tek Hay Kiong. Perayaan Ceng Beng dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan menggelar sembahyang bersama di bekas kuburan Warga Tionghoa yang sudah menjadi permukiman di Kali Ketiwon Tegal.
Pada pukul 10.00 WIB dilanjutkan dengan sembahyang bersama untuk menghormati Kaisar Kuning sebagai leluhur warga Tionghoa di dunia. Kemudian dinanjutkan dengan sembahyang kepada masing-masing orang tua atau leluhur warga Tionghoa. Setelah selesai sembahyang dilanjutkan dengan mengirim barang-barang seperti koper, uang kertas serta rumah-rumahan kepada arwah leluhur dengan cara membakar barang-barang tersebut.
Selain dihadiri umat Tri Dharma Tegal, perayaan Ceng Beng di rumah penimpanan abu jenazah di Tegal juga dihadiri oleh warga Tionghoa dari suku Hakka yang ada di Tegal. tegal 5
“Tradisi Ceng beng selain untuk mendoakan orang tua dan leluhur yang sudah meninggal, Ceng Beng juga dijadikan warga Tionghoa dari suku Hakka di Tegal untuk berkumpul bersama dengan kerabat yang lain. Maka dari itu banyak orang-orang Hakka yang merantau ke luar kota sengaja pulang untuk bisa merayakan Ceng Beng bersama di sini agar jalinan tali persaudaraan semakin erat,” kata Ketua Hakka Tegal, Lie Tjen Bing. [JX/Dee/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here