Warga Turki Gelar Pawai Demokrasi

(Foto: JX/Ist)

ANKARA, JIA XIANG – Ribuan orang berkumpul di Istanbul dan kota-kota lainnya setelah pemerintah Turki menyerukan rakyatnya untuk membela demokrasi setelah upaya kudeta militer yang gagal. Kurang dari 24 jam sebelumnya ribuan orang turun ke jalan-jalan untuk menolak rencana tersebut. Namun President Recep Tayyip Erdogan meminta agar ulama Fethullah Gulen, yang mengasingkan diri ke AS, diekstradisi karena dianggap terlibat dalam upaya kudeta. Gulen membantah tudingan terkait dengan peristiwa yang terjadi di Turki.
Sekitar 3.000 tentara telah ditahan dan sekitar 2.700 dipecat. Sebuah keputusan yang menunjukkan bahwa pemerintahan Erdogan berhasil mengkonsolidasi kekuasaannya.
Sejumlah perwira tinggi dilaporkan berada di antara mereka yang ditahan. Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim menyatakan, upaya kudeta itu merupakan “noda hitam dalam demokrasi Turki”.
Ledakan dan tembakan terdengar di kota-kota besar Turki pada Jumat (15/7/16) malam lalu . Angka resmi menyebutkan jumlah warga sipil dan polisi yang tewas 161 orang, sementara 104 anggota tentara yang terlibat dalam upaya kudeta, tewas. Sedangkan mereka yang terluka sekitar 1.440 orang.
Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, mendesak otoritas Turki untuk menghormati aturan hukum selama penyelidikan terhadap mereka yang diduga terlibat upaya kudeta. Presiden Erdogan telah meminta Presiden AS Barack Obama untuk mengekstradisi seorang ulama Turki yang tinggal di AS, Fethullah Gulen. Dia tuduh sebagai otak upaya kudeta.
Gulen membantah tuduhan ini dan AS mengatakan bahwa Turki harus membuktikan tuduhan itu sebelum mempertimbangkan untuk mengekstradisinya. [JX/BBC/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here