Waspadai Ponsel Dilengkapi Malware Mata-mata (2)

(foto: www.m-x.com.mx)

Lokasi Penjahat
Sementara itu, para peneliti di Lacoon Mobile Security menemukan aktivitas mata-mata di kalangan para aktivis demokrasi di Hong Kong yang menggelar protes pada 30 September 2014. Perangkat lunak itu memberikan pengendalian penuh kepada para peretas untuk menguasai setiap ponsel.
Michael Shauloy, CEO Lacoon Mobile Security kepada theepochtimes mengatakan, pada saat malware itu masuk ke dalam ponsel, yang bisa melacak lokasi pengguna, mendengar percakapan telepon, dan terkadang mengetahui kata sandi pemilik, “tujuannya untuk memata-matai mungkin menjadi perangkat yang tepat.”
Namun, dalam beberapa kasus belakangan ini, diduga adalah bahwa pekerjaan itu dilakukan oleh para kriminal cyber dan bukan mata-mata pemerintah. Tetapi. Tapi bila ponsel yang ada malware itu dijual di berbagai toko umum, tampaknya bukan pengguna indivudi yang jadi sasarannya. Bagi pemerintah Tiongkok, ini buka langkah penting, sebab mereka sudah memiliki program mata-mata yang bisa melacak lokasi para penjahat.
Hayter justru berpendapat lain. Target dari malware ini adalah pelanggan yang tidak memperhatikan kecanggihan perangkat, mereka hanya membutuhkan dan mencari telepon di pinggir-pinggir jalan. Dia yakin malware seperti itu diinstal oleh distributor ponsel, yang menggunakannya untuk kejahatan cyber.
Bila kondisinya seperti itu, maka ini menjadi bukti betapa standar keamanan ponsel Tiongkok sangat buruk. Tidak heran bila mereka sering menjual produk ponsel dengan harga murah dan dalam diproduksi dalam jumlah besar. [JX/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here