WTO Ditolak, RI Serukan Perdagangan Multirateral

Nusa Dua, Jia Xiang-Maraknya demo penolakan terhadap kegiatan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Bali seakan tidak menghambat pertemuan tersebut. Malah Indonesia menawarkan perlunya suatu peta jalan baru bagi sistem perdagangan multilateral antarnegara anggotaWTO yang merupakan sebuah peta jalan perdagangan yang lebih mudah, lebih adil dan lebih inklusif bagi semua negara.

Seruan tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya pada pembukaan pertemuan tingkat menteri WTO di Nusa Dua, Bali, Selasa (3/12/13). Yudhoyono berharap para delegasi pertemuan tingkat menteri ke-9 WTO di Bali menghasilkan suatu kemajuan yang besar dalam proses negosiasi, termasuk menyepakati Paket Bali yang ditujukan memperkuat perjanjian sebelumnya, serta perjanjian baru untuk mengintensifkan peran WTO.

Keberhasilan pertemuan Bali juga akan menjadi bukti bahwa WTO tidak meninggalkan negara miskin dan berkembang dalam kondisi yang tidak menguntungkan. Selain itu, pertemuan Bali akan menjadi tonggak bagi perluasan perdagangan global, sebab perdagangan yang luas akan mampu membantu dalam pengentasan kemiskinan.

Sementara Direktur Jenderal WTO Roberto Azevedo berharap kedamaian Pulau Dewata akan member efek positif bagi upaya pencapaian kesepakatan dalam pertemuan WTO. Apalagi Indonesia sebagai tuan rumah memiliki komitmen kuat dalam membangun kerjasama perdagangan multilateral.
Sedangkan Anggota Dewan Nasional Konsorsium Perubahan Agraria Ngurah Karyadi memperkirakan Paket Bali yang memuat fasilitasi perdagangan, perlindungan pertanian dan dukungan pembangunan bagi negara miskin akan sulit terwujud.

Berdasarkan pantauan Jia Xiang Hometown, sekitar 600 orang aktivis dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) nasional dan internasional menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Renon, Denpasar.

Dalam aksinya para aktivis LSM tersebut menyerukan pembubaran WTO dengan alasan WTO tidak member manfaat pada rakyat, tetapi justru hanya melahirkan liberalisasi dan kapitalisme global. [Dea/B1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here