Xi Jinping Ingin Wujudkan “Impian Rakyat Cina”

Sejak awal Presiden baru Cina, Xi Jinping, memperlihatkan dirinya sebagai orang yang cinta negara dan bangsanya.  Dia pun ingin kedaulatannya negaranya tetap terjaga. Tokoh yang satu ini juga menjunjung pemerintahan yang bersih dari segala aksi pemborosan dan korupsi.
Tidak heran bila setelah diangkat menjadi presiden baru dia berjanji untuk mewujudkan “impian rakyat Cina” sebagai upaya menyegarkan kembali bangsanya.
Visinya ini, menurut banyak pakar,  akan menjadi falsafah kepemimpinan baru untuk masa lima tahun ke depan. Sebagai pidato pertamanya sebagai presiden pada Kongres Rakyat Nasional, hari Minggu (17/3/13),  dia mengingatkan rakyatnya untuk berjuang mewujudkan impian tersebut.
“Upaya menyegarkan kembali bangsa Cina adalah mewujudkan impian seluruh bangsa, begitu juga impian setiap individu,” tegasnya. “Impian orang Cina adalah impian seluruh seluruh rakyat.”
Karena itu, dia berjanji untuk berjuang  untuk  mencapai impian-impian tersebut.  Bahkan dia pun  mendesak seluruh peserta kongres  untuk menolak pemborosan dan memerangi korupsi.
Bukan cuma itu, semangat patriotiknya  ditunjukkan bukan hanya memerangi korupsi semata tetapi menggalang persatuan yang lebih besar. Semangat nasionalisme itu diperkirakan akan memperkuat pandangan bahwa dia akan  memacu  kebijakan luar negeri lebih tegas selama berkuasa.
Sejalan dengan kebijakan luar negeri, Presiden Xi yang lahir di Beijing tahun 1953,  juga ingin militernya meningkatkan kemampuan  untuk  bisa “memenangkan pertempuran dan melindungi kedaulatan dan keamanan nasional”.

 

Bersih
Sementara itu di sisi ekonomi,  Xi Jinping (60 tahun) menekankan bahwa pembangunan ekonomi yang berkelanjutan adalah penting.  Tema-tema ekonomi yang diusungnya  tidak berbeda jauh dari yang pernah disampaikan oleh pejabat sebelumnya.  Artinya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan akan tetap menjadi prioritas utama, ungkap Perdana Menteri  Li Keqiang yang bertugas menjalankan roda pemerintahan setiap hari,  menggantikan pejabat lama  Wen Jiabao.
Li Keqiang pun sempat memperingatkan bahwa  kesenjangan makin  tumbuh dan kemarahan publik terhadap persoalan-persoalan terkait korupsi sudah terlihat. Karena itu, dia berjanji untuk mereformasi pemerintah pusat,  memotong  “pemborosan” dan mengguncang “kepentingan pribadi”. Artinya, pengeluaran untuk  gaji pegawai pemerintah, perjalanan ke luar negeri dan kantor baru akan dipangkas, sementara dana untuk pelayanan sosial ditingkatkan,  katanya.
“Sebuah pemerintahan yang bersih harus dimulai dengan diri sendiri,” tegas Perdana Menteri Li yang diperkirakan akan mengemban  tugas itu selama satu dekade.
Sedangkan mengenai kebijakan luar negeri Cina,  PM Li menekankan pentingnya hubungan yang berkembang lebih lanjut dengan AS.  “Kepentingan bersama jauh lebih besar daripada perbedaan-perbedaan kita,” ungkapnya sambil menyiinggung soal tuduhan AS  yang “tidak berdasar”  bahwa Cina berada di balik serangan cyber baru-baru ini pada instansi pemerintah Amerika Serikat dan perusahaan.
Pelantikan presiden baru Cina itu, sebelumnya sudah diawali dengan persetujuan Kongres Rakyat atas sejumlah  menteri baru, termasuk Menteri Luar Negeri Wang Yi dan Menteri Keuangan Lou Jiwei. Sedangkan empat Wakil Perdana Menteri-empat adalah Zhang Gaoli, Liu Yandong, Wang Yang dan Ma Kai, semuanya adalah para veteran  Partai Komunis.

Xi Jinping  pada Kongres Partai Komunis Cina, pertemuan parlemen tahunan,  November 2012, di Beijing, ditunjuk sebagai Sekjen partai itu, mengantikan Hu Jintao. Sejak saat itu dia resmi memimpin  Komisi Pusat Militer. Sedangkan jabatan perdana menteri, Wen Jiabao, diganti oleh penerusnya,  Li Kiegiang yang pada  hari Jumat (15/3/13) resmi memegang jabatan itu.
Xi Jinping sebelum menjabat Sekjen partai,  dia pernah memimpin Partai Komunis di Zheijiang dan Shanghai. Kemudian dia ke elite organisasi  politik  itu sebagai  pengambil keputusan partai tahun 2007.
Banyak media Cina menilai  Xi adalah  orang yang tidak ingin terjebak dalam  keistimewaan walaupun posisinya di sebagai presiden di negara itu. Bahkan dia kerap disebut sebagai tokoh yang berupaya menghentikan  korupsi di semua level.

Karena itu, Xi menilai bila korupsi ini  ini tidak ditangani segera, maka akan mengakibatkan   gejolak di masyarakat. [JX/berbagai sumber/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here