Xiang Qi Mengasah Nalar Anak

Xiang Qi kadang diterjemahkan sebagai catur gajah.  Jenis catur ini sudah dimainkan selama berabad-abad di Cina. Permainan Xiang Qi ini kemungkinan merupakan permainan yang paling banyak dimainkan di seluruh dunia  dibandingkan permainan papan lainnya, mengalahkan catur biasa yang dimainkan di tingkat internasional.
Di Indonesia, Xiang Qi berkembang dari masyarakat dan komunitas Tionghoa dan kini mulai merambah ke masyarakat non-Tionghoa.

Sebuah papan, pion berbentuk bulat bertuliskan huruf Tionghoa yang dimainkan dua orang.   Xiang Qi merupakan salah satu jenis permainkan rakyat yang berkembang menjadi sebuah cabang olahraga.

Permainan ini merupakan hasil pengembangan dari sejenis permainan catur berasal dari Asia Tengah,  yang sudah berusia lebih dari dua ribu lima ratus tahun.  Xiang Qi  dikenal juga sebagai permainan papan berstrategi. Secara harafiah berarti  “catur gajah”.  Terdapat buah jiong (raja), shi (menteri), xiang (gajah), ma (kuda), ci (benteng), pau (meriam), dan zu (bidak/pion).
Buah raja dalam catur Cina hanya bisa dijalankan di empat kotak, konon sesuai dengan fungsinya,  raja  tidak boleh keluar dari lingkungan istana. Buah gajah dijalankan di kotak empat miring dan tidak menyeberang ke daerah lawan. Bidak kuda, benteng, dan prajurit langkahnya hampir sama dengan catur biasa dan buah-buah catur ini dijalankan mengikuti garis dan berdiam di titik sudut perpotongan garis-garis tersebut.

Dalam rangka mempertahankan budaya lewat  Xiang Qi,  maka Persatuan Xiang Qi Indonesia menggelar Kejuaraan Nasional olahraga Xiang Qi (Catur Gajah) ke 12 digelar di Hotel Sanno, Pluit Selatan Raya, Jakarta, Sabtu, (6/7/13).  “Perlombaan ini untuk  memperkenalkan kembali catur gajah kepada etnis Tionghoa”  kata Wakil Ketua Pelaksana Lomba Xiang Qi, Usman Honggeng kepada Jia Xiang Hometown,  Sabtu (6/7/13), di Jakarta.
“Kegiatan ini diikuti 14 provinsi yakni Aceh, Sumatra Utara, Riau, Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, dan Jambi,” jelas Usman.
Berdasarkan pantauan Jia Xiang Hometown,  kegiatan ini diikuti oleh 52 peserta senior putra,  11 senior putri dan 7 peserta junior di bawah 18 tahun.
Menurut Usman,  tujuan dari perlombaan setahun sekali ini adalah untuk mencari bibit Xiang Qi yang lebih berprestasi.  “Untuk juara satu pada lomba ini akan diikutkan pada kejuaraan Asia,” kata Usman.
Xiang Qi sering atau dalam istilah Tionghoa disebut Qi-Ma-Pau. Catur ini bila diajarkan secara intensif terhadap anak, dapat menstimulasi aktivitas kerja otak kiri dan  kanan, ujar Agus Susantio, ketua panitia kejuaraan itu.
Seorang anak sebelum berlatih Xiang Qi, diperiksa IQ dan EQ-nya yaitu masing-masing  40. Tetapi setahun kemudian setelah anak tersebut berlatih Xiang Qi, kemampuan IQ menjadi 50-51 dan kemampuan EQ nya menjadi 45.
Teknik permainan Xiang Qi, berbeda dengan catur asal India. Permaian catur lebih banyak memainkan pion, baru kemudian perwira. Sebaliknya, permainan catur Xiang Qi lebih banyak memainkan perwira, saat menyerang, sedangkan pion-pion baru dimainkan di bagian akhir.
Untuk anak yang ingin berlatih Xiangqi disarankan sejak berusia 6 tahun. Hal ini bisa membuat daya nalar anak  meningkat.  [JX/For/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here