Yahoo Akui, Peretas Curi 500 Juta Data Pengguna

Kantor pusat Yahoo. (Foto: JX/BBC)

LONDON, JIA XIANG – Portal internet Yahoo mengakui bahwa para peretas telah mencuri informasi dari sekitar 500 juta akun pengguna. Yahoo mengatakan, serangan itu dilakukan pada 2014 dan mereka yakin hal tersebut dilakukan atas sponsor negara.

“Intrusi online dan pencurian oleh para aktor yang disokong negara sudah semakin sering terjadi di dalam industri teknologi,” kata Yahoo Kamis (22/9/16) sambil mengakui bahwa peretasan ini jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya.

Data yang telah dicuri mungkin meliputi nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir dan kata sandi akun para pengguna. Namun, kata Yahoo, data yang dicuri tidak mencakup informasi kartu pembayaran atau informasi rekening bank.

Verizon, pemilik Yahoo, menjelaskan kepada BBC bahwa peretasan itu diketahui “dalam dua hari terakhir” dan sejauh ini informasi yang dimiliki masih mimim.

Yahoo merekomendasikan kepada para pengguna untuk mengganti kata sandi jika mereka belum menggantinya sejak tahun 2014. Pada bulan Juli, Yahoo dijual ke perusahaan telekomunikasi Amerika Serikat Verizon senilai 4,8 miliar dollar AS. [JX/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here