YOGYAKARTA, JIA XIANG – Yogyakarta, sebagai salah satu kota tujuan wisata di Indonesia, tak hanya ramai saat libur panjang. Kini, kunjungan wisata ke sini semakin meningkat seiring kemudahan pelayanan transportasi baik darat maupun udara.

Begitu pula transportasi umum yang melayani wisatawan ke tempat-tempat bersejarah tersedia berbagai pilihan. Wisatawan mancanegara yang hendak ke Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Mendut tak lagi sulit memperoleh transportasi ke sini. Begitu pula yang hendak ke Pantai Parang Tritis atau ke Kaliurang.

Lokasi-lokasi wisata baru pun mulai dipromosikan seperti Goa Pindul, Pantai Indrayanti, Pantai Jogan, dan Air Terjun Sri Gethuk.

Informasi yang diperoleh Jia Xiang dari Dinas Parawisata Yogyakarta, baru-baru ini, Yogyakarta merupakan daerah tujuan wisata nomor 2 ( dua ) terbesar di Indonesia setelah Bali. Pada tahun 2016, sebanyak 21 juta wisatawan berlibur ke Yogyakarta. Tahun ini diprediksi meningkat dibanding tahun 2016.

Dunia pariwisata yang semakin maju di sini berdampak positif bagi  perekonomian rakyat yang membuka industri rumahan, seperti batik dan kaos serta kuliner. Bagi penyuka gudeg, terdapat sejumlah brand yang dicari, seperti gudeg Yu Djum dan gudeg Pawon. Yang gemar soto, ada soto Kadipiro, dan soto Pak Min. Yang tak terlupakan tentu saja kue bakpia yang berlokasi di Pathuk.

Untuk penginapan, pun tersedia banyak pilihan. Mulai dari homestay, hotel nonbintang hingga hotel berbintang telah menjamur di Yogyakarta. Arus wisatawan yang cukup tinggi ke kota pelajar ini antara lain tampak di bandar udara Adisutjipto. Karena kapasitas di bandar udara ini sudah sangat optimum, Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berencana membangun bandar udara baru di Kabupaten Kulonprogo.

Di dalam kota, khususnya sepanjang Jalan Malioboro pun telah rampung renovasinya. Kawasan ini ditata agar para wisatawan yang berjalan kaki lebih nyaman berwisata belanja di sini. Namun yang lebih menarik di sini adalah suasana khas kota Yogyakarta. Di sini, para wisatawan mendapat suguhan budaya masyarakat yang tak berubah kendati jendela informasi sudah sangat terbuka dan transparan. [JX/Iman Sjahputra]

This slideshow requires JavaScript.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here