Yusril Lawan Berat Ahok

JAKARTA, JIA XIANG – Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama alias Ahok mengaku dengan mundurnya Ridwan Kamil bukan berarti saingannya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017 berkurang. Masih ada Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra yang tengah gencar menggalang dukungan.

“Saya kira semua berat. Apalagi Pak Yusril, lebih berat. Bekas Capres (Calon Presiden),” tuturnya di Balai Kota Jakarta, Senin (29/2/16).

Menurut Ahok, saat diberikan pilihan lebih berat Yusril atau Adhyaksa Dault, ia menjawab lebih berat melawan Yusril.

“Kan beliau yakin banget. Abangnya mengalahkan adik saya sekitar 51 persen dalam Pemilihan Bupati Belitung Timur. Mungkin di DKI, dia pikir juga bisa mengalahkan 50 persen plus satu gitu kan,” jelas Ahok.

Tapi, dia optimis bisa mengalahkan Yusril bila bertemu dalam head to head di Pilgub DKI 2017. “Saya sih tidak apa-apa. Yang penting nyaris kalah, cukup kok. Nyaris kalah saja,” pungkas Ahok.

Diminta tanggapannya soal keputusan Ridwan Kamil, Ahok menghargainya, dan mendoakan kelak Ridwan Kamil semakin memperoleh simpati di Jawa Barat, seperti yang juga menjadi harapan Presiden Joko Widodo.

Sepengetahuan Ahok, Presiden Joko Widodo pernah mengutarakan pendapatnya melihat potensi Ridwan untuk Jawa Barat “Ya memang, Pak Jokowi (sapaan Joko Widodo) kan selalu punya konsep Presiden. Sekarang, bagaimana mengumpulkan orang-orang baik di tiap kota dan kabupaten. Jadi beliau ingin sekali di tiap kota kabupaten itu ada orang baik yang bagus, yang bekerja untuk kotanya, itu konsep Pak Jokowi saat ini,” kata Ahok.

Diketahui sebelumnya, Ridwan Kamil telah memutuskan untuk tidak maju ke Pilgub DKI 2017. Keputusannya itu diungkapkan melalui video streaming di jejaring sosial Facebook melalui akun pribadinya.

“Saya kan bersahabat dengan Pak Jokowi sejak dia masih menjabat Wali Kota. Jauh sebelum jadi Presiden. Jadi saya menghadap dan intinya beliau menyampaikan agar saya mengambil keputusan yang terbaik. Keputusan terbaik itu, beliau bilang dengan semata-mata mengejar sesuatu yang lebih besar tapi yang di depan mata belum terselesaikan dengan baik. Kemudian, beliau melihat bahwa saya dan Pak Ahok ini adalah pemimpin daerah yang diapresiasi. Jadi sebaiknya tidak bertanding dalam kondisi nanti salah satu kalah tidak berguna untuk negara. Karena kalau saya lawan pak Ahok, dan Pak Ahok menang, saya jadi nganggur dan hidup saya jadi tidak bermanfaat. Begitu pun jika saya menang, Pak Ahok nganggur. Mungkin itu nasihat bijak yang saya pahami dengan baik,” ungkap Ridwan Kamil dalam halaman jejaring sosial miliknya, Senin (29/2/16). [JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here