Zat Syaraf VX Terdeteksi di Wajah Kim Jong-nam

Rekaman CCTV di Bandara Kuala Lumpur memperlihatkan Kim Jong-nam melaporkan ke petugas setelah dia diolesi zat kimia oleh orang yang tak dikenal. (Foto: JX/AFP/BBC)

KUALA LUMPUR, JIA XIANG – Setelah hampir dua pekan pembunuhan Kim Jong-nam, polisi Malaysia mengumumkan temuan bahwa yang digunakan untuk membunuh kakak tiri pemimpin Korea Utara itu adalah VX, yang tergolong zat pemusnah massal yang dilarang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Laporan toksikologi Malaysia mengidentifikasi zat kimia itu sebagai “’zat syaraf VX”, yang diklasifikasikan sebagai senjata pemusnah massal oleh PBB. Malaysia belum menuduh langsung pemerintah Korea Utara,  tetapi mengatakan orang Korea Utara jelas berada di balik kasus pembunuhan itu.

Kepala polisi Malaysia Khalid Abu Bakar mengatakan, zat saraf itu terdeteksi pada sisa sekaan yang diambil dari mata dan wajah Kim oleh Departemen Kimia Malaysia. Sedangkan zat lainnya masih sedang dianalisis.

Sedangkan menurut Bruce Bennett, ahli senjata di lembaga penelitian Rand Corporation mengatakan kepada BBC, hanya diperlukan sejumlah kecil zat VX untuk membunuh Kim. Kedua perempuan terlihat dalam rekaman CCTV mendekati Kim dan menyeka wajahnya secara paksa tampaknya berhasil menempelkan sejumlah kecil zat saraf itu ke kulitnya, kata Bennett.

Segera sesudah itu, kata Bennet zat itu mulai mempengaruhi sistem saraf Kim, menyebabkan tubuhnya gemetar pada awalnya dan kemudian mati dalam beberapa menit.

Saddam Hussein pernah pula dituduh menggunakan VX dalam melakukan pembunuhan massal terhadap warga sipil Kurdi dalam serangan di Halabja tahun 1988.

Inilah sembilan hal yang perlu kita ketahui tentang VX  itu.

  • Adalah zat yang jernih, berwarna jingga, cairan berminyak yang tak berasa dan tak berbau.
  • Paling mematikan di antara seluruh zat kimia beracun yang digunakan sebagai senjata kimia.  Setetes VX pada kulit kita bisa berakibat fatal. Zat ini bisa membunuh manusia dalam hitungan menit.
  • Cara kerjanya adalah merembes masuk tubuh lewat kulit, dan mengacaukan sistem saraf.
  • Bisa disebarkan dengan semprotan atau uap, atau dengan mencampurkannya ke dalam air, makanan atau produk pertanian.
  • Zat ini  bisa diserap tubuh dengan cara menghisap, menelan, sentuhan kulit atau pada mata.
  • Pakaian, atau kain bisa  “membawa”  VX selama sekitar 30 menit sesudah terkena uapnya, dan bisa menjalar pada orang lain.
  • Terkena zat VX dalam dosis kecil atau sedang dengan menghisap, menelan, atau menyerap lewat kulit, bisa menyebabkan gejala seperti hidung meler, mata perih, pandangan buram, air liur tak terkendali, keringat berlebihan, dada sesak, napas megap-megap, sering buang air kecil, gelisah, mengantuk, lesu, mual, atau muntah-muntah.
  • Nama kimia resmi zat ini adalah S-2 Diisoprophylaminoethyl methylphosphonothiolate dan dilarang PBB melalui Konvensi tentang Senjata Kimia tahun 1993. (Sumber: CDC, The Wednesday Report)

Kim meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit tak lama setelah pertemuan dengan dua perempuan di bandara Kuala Lumpur, 13 Februari itu. Salah satunya adalah Siti Aisyah,warga Indonesia.

Kedua perempuan dituduh menyergapnya, dan mengoleskan zat beracun ke wajahnya dengan kain yang sudah dilumuri zat yang diyakini adalah VX itu.  [JX/Eka]

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here