Bank Dunia : 2015, Penduduk Miskin Dunia Turun Dibawah 10 Persen

WASHINGTON, JIA XIANG – Jumlah penduduk yang tinggal dalam kemiskinan ekstrim di seluruh dunia tampaknya menurun hingga di bawah 10 persen dari populasi penduduk dunia di tahun 2015, demikian perkiraan yang dikeluarkan oleh Bank Dunia, Minggu (4/10/15).Perkiraan diukur dengan menggunakan garis kemiskinan baru yaitu hidup dengan 1,9 dollar AS per hari. Ukuran ini sudah ditingkatkan dari sebelumnya hanya 1,25 dollar AS per hari yang ditetapkan tahun 2005. Peningkatan perubahan ukuran garis kemiskinan itu berkaitan dengan munculnya informasi baru mengenai perbedaan-perbedaan dalam biaya hidup di seluruh negara dan mempertahankan daya beli nyata penduduk tersebut.
Alasan bagi Bank Dunia untuk menyesuaikan pengukuran garis kemiskinan itu adalah untuk memperbaiki fakta bahwa harga-harga sudah naik tahun 2005 dan dengan uang sebesar 1,25 dollar AS sekarang tidak lagi bisa membeli barang dengan tingkat harga seperti tahun 2005, ujar Kepala Pakar Ekonomi Bank Dunia, Kaushik Basu belum lama ini.
Metode yang digunakan untuk memperbarui garis kemiskinan adalah menetapkan inflasi rata-rata di negara termiskin di dunia dan naiknya garis kemiskinan nominal supaya ukurannya tetap sesuai kenyataan sekarang, tambah Basu.
Dengan menggunakan ukuran garis kemiskinan baru itu, Bank Dunia memproyeksikan bahwa kemiskinan global akan turun dari 902 juta orang atau 12,8 persen dari jumlah penduduk dunia di tahun 2012 menjadi 702 juta orang (9,6 persen) tahun ini. Penurunan angka kemiskinan ini karena kuatnya tingkat pertumbuhan di negara berkembang beberapa tahun belakangan ini. Dan investasi manusia di dunia pendidikan, kesehatan dan jaring pengaman sosial, ujar Jim Yong Kim, Presiden Kelompok Bank Dunia.
Wilayah-wilayah yang masih terjerat kemiskinan, menurut Bank Dunia, terpusat pada Afrika Sub Sahara, dan Afrika Selatan. Tetapi komposisinya di seluruh wilayah itu juga berubah sangat dramatis. Tahun 1990, separuh penduduk miskin dunia tercatat dari wilayah Asia Timur, di mana 15 persen diantaranya tinggal si Afrika Sub Sahara. Pada tahun 2015 terjadi peralihan, separuh penduduk miskin dunia ada di Afrika Sub Sahara, dan 12 persen diantaranya tinggal di Asia Timur. [JX/Xinhuanet/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here