Dua Vaksin Baru dari Indonesia Segera Dipasarkan

JAKARTA, JIA XIANG – Sebanyak 165 pakar di bidang vaksin dan bioteknologi mengikuti Forum Riset Vaksin Nasional (FRVN) ke-4 yang berlangsung tanggal 19-20 Agustus di Jakarta.
Acara yang diprakarsai PT Bio Farma mengambil tema “ Implementasi Hasil Riset Vaksin Dalam Rangka Kemandirian Vaksin Nasional”. Menurut Direktur Utama PT Bio Farma Iskandar tujuan FRVN tahun ini untuk mengajak para periset yang sudah berhimpun dalam tujuh grup kerja dan lima konsorsium menerapkan hasil risetnya sesuai kebutuhan industri.
Lima konsorsium itu terdiri dari Hepatits B, TB Baru, Dengue, Vaksin HIV, Eritropoetin (EPO) atau Bio Similar. Sementara tujuh grup kerja terdiri dari Influenza, Malaria, Rotavirus, Stem Cell, Pneumococcus and Delivery System, Human Papiloma Virus (HPV) dan kebijakan.
“Kami berharap penelitian yang sedang dilakukan grup kerja dan konsorsium sudah mulai membuahkan hasil yang dibutuhkan industri, terutama dari sisi pemenuhan persyaratan Cara Pembuatan Obat Baik (CPOB), WHO-TRS-nya dan kebutuhan pemenuhan pasar vaksin baru,” kata Iskandar.
Hasil penelitian mereka, diharapkan mu;ai mengerucut kepada penemuan vaksin baru, sehingga tidak ada lagi konsorsium atau grup kerja yang saling tumpang tindih bekerjanya.
Selama empat tahun forum ini berdiri, dua dari lima konsorsium tersebut telah menuntaskan tugasnya untuk menghasilkan vaksin baru. Ada dua vaksin yang dalam waktu dekat ini diperkenalkan ke pasar, yakni Hepatitis B dan Eritropoetin yang dibutuhkan penderita anemia. [JX/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here