Kendalikan Berat Badan Dengan Tepung Kelapa

JAKARTA, JIA XIANG – Kelapa (Cocos nucifera), jenis tumbuhan dari suku aren-arenan (Arecaceae). Tumbuhan ini dapat dimanfaatkan hampir semua bagiannya, mulai dari buah daun, hingga batangnya. Jadi dapat dikatakan bahwa tumbuhan ini serba guna.
Buah kelapa adalah bagian paling banyak dikenal orang dan sangat bernilai ekonomi. Apalagi di sekarang ini, banyak orang berjualan buah kelapa, untuk dikonsumsi dagingnya dan airnya juga. Bagian mesokarp, berupa serat-serat kasar, diperdagangkan antara lain untuk sebagai bahan bakar, pengisi jok kursi, anyaman tali, keset, serta media tanam bagi anggrek. Tempurung atau batok, bisa dipakai sebagai bahan bakar, pengganti gayung, wadah minuman, dan bahan baku berbagai bentuk kerajinan tangan dan rumah tangga.
Lalu dari tanaman ini ada satu produk yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia, yaitu tepung kelapa. Tepung ini hasil olahan dari ampas kelapa ternyata menyimpan banyak manfaat bagi tubuh manusia, diantaranya mengandung banyak protein, karbohidrat digestible, bebas gluten, tinggi serat, dan rendah lemak.
Berbagai sumber menyebutkan bahwa tepung kelapa diketahui memiliki manfaat seperti dapat mengendalikan kelebihan berat badan (obesitas). Dengan kata lain, serat makanan dapat membantu mengendalikan kadar glukosa di dalam tubuh, sehingga memungkinkan membantu mengontrol gula darah.
Namun, makanan dengan kandungan serat tinggi dipercaya menjaga perut kenyang lebih lama, sehingga dengan mengkonsumsi tepung kelapa juga dapat membantu mengontrol berat badan.
Tepung kelapa tinggi protein, rendah lemak, dan juga mengandung asam laurat yang sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh dan kulit. Jangan lupa bahwa tepung ini juga mengandung mangan yang membantu penyerapan mineral penting.
Di sisi lain, tepung kelapa itu juga dapat meningkatkan mineral dalam tubuh, dan mencegah konstipasi (sembelit). Dia juga berfungsi sebagai pencegah dan pengendali penyakit kanker usus besar, serangan jantung, hipertensi, stroke dan diabetes melitus.
Bahkan beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung kelapa, setelah menjalani proses fermentasi akan memproduksi asam lemak rantai pendek seperti asam butirat, propionat, dan asetat yang berbeda dengan pola asam lemak rantai pendek yang ada pada tepung jenis lain.
Asam butirat juga terbukti dapat neningkatkan diferensiasi sel dan mencegah pembentukan tumor pada usus besar. Asam butirat juga digunakan secara luas oleh perusahaan farmasi besar yang memproduksi obat anti kanker. Obat tersebut biasa digunakan pada perawatan tumor stadium awal, temasuk yang berimplikasi menjadi kanker payudara. [JX/Berbagai sumber/Van]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here