Masuk ke Tempat yang Indah

BEIJING, JIA XIANG – Pada akhir Dinasti Jin Timur (317- 420 M), sebagian urusan negara yang dipercayakan kepada kasim,  sementara Kaisar Ling menghabiskan banyak waktunya bersama para selir dan berpesta.
Demikian juga, banyak pejabat tinggi pemerintah itu terobsesi dengan hidup boros dan mengumpulkan kekayaan daripada mengurusi pemerintahan.
Selama periode gelap dan penuh gejolak ini, banyak intelektual muda yang cukup pesimistis, karena mereka tidak melihat masa depan apapun untuk diri mereka sendiri, bahkan dipercaya kalau mereka bisa terbunuh setiap saat. Karena itu, banyak orang muda berbakat kini mulai memanjakan diri mereka dengan minum-minum. Wang Chen adalah salah orang anak-anak muda tersebut.

Karena bakatnya,  pada usia 20 tahun, Wang Chen telah mendapatkan reputasi besar. Pamannya, Fan Ning, yang adalah seorang cendikiawan Konfusian dan ekonom, memuji kepercayaan diri Wang dan menjadi tokoh berpotensi di masa depan.

Namun demikian, Wang Chen sendiri cukup kecewa dengan pemerintahan yang dianggapnya rusak dan tidak berambisi untuk melakukan sesuatu perbaikan. Akhirnya dia pun terbawa-bawa menjadi seorang pemuda yang gemar minum minuman beralkohol, dan kondisinya selalu mabuk.
Tapi menurut deskripsi perilaku ini dalam Guo Zi, kumpulan cerita pendek karya Guo Chengzhi (sekitar tahun 403 M), minum dapat menyebabkan Wang Chen masuk ke dalam sebuah tempat yang indah atau negara.

Karena itu, ungkapan “menuntun seseorang  untuk masuk ke tempat yang  indah” diadaptasi dalam bab “hasrat dan kesenangan” dalam buku A New Account dari Tales of the World (1) yang ditulis pada era Dinasti Selatan dan Utara (420 – 589 M) .

Idiom 引人入勝 (yǐn ren sheng ru) berevolusi dari cerita tersebut dan ekspresi.  Secara harafiah diterjemahkan  dari ungkapan menuntun seseorang  untuk masuk ke tempat yang  indah.  Idiom ini digunakan untuk sesuatu yang menarik, menyerap, berirama, atau menawan.
Penggunaan umum  idiom ini sekarang  adalah untuk menggambarkan sesuatu yang indah, menarik, atau menawan, misalnya antara lain tentang sebuah cerita, novel, pertunjukan, film, dan musik. [JX/theepochtimes/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here