Melanjutkan Visi Yap Hong Tjoen dalam Melayani Masyarakat

Selama puluhan tahun menjadi satu-satunya Rumah Sakit (RS) Mata di wilayah Yogyakarta. RS Mata Dr Yap Yogyakarta hingga saat ini menjadi rujukan bagi masyarakat dari berbagai daerah.

 Rumah Sakit Mata Dr Yap dibangun oleh intelektual etnis Tionghoa yang belajar di negeri Belanda sejak 1923 ini terus berbenah untuk mewujudkan cita-cita dan selalu menjaga visi pendiriannya agar menjadi pusat pelayanan kesehatan mata dengan biaya yang terjangkau oleh segala lapisan masyarakat.

Perwujudan visi itu terus dipertahankan. Pada akhir Agustus 2012 RS Dr Yap yang berdiri di Jalan Teuku Cik Ditiro No. 5 Yogyakarta ini menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam bidang pelayanan kesehatan mata dengan PT. ASKES (Persero). Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua Yayasan Dr Yap Prawirohusodo, GBPH Prabukusumo,S.Psi, Kepala PT.

ASKES (Persero) Regional VI Jateng dan DIY, drg. Sri Endang Tidarwati, Kepala PT. ASKES (Persero) Yogyakarta, dr. Gatot Subroto,M.Kes, dan Direktur Rumah Sakit Mata “Dr Yap” Yogyakarta, dr. Nunuk Maria Ulfah,Sp. Direktur Rumah Sakit Mata “Dr Yap” Yogyakarta, dr. Nunuk Maria Ulfah mengatakan, tujuan kerjasama ini tak lain agar seluruh peserta Askes di wilayah DIY dan juga seluruh Indonesia dapat menggunakan fasilitas tersebut untuk berobat di Rumah Sakit Mata “Dr Yap” dan dilayani sama tanpa perbedaan.

“Ini sebagai visi pendirian rumah sakit ini sejak awal,” kata dia. Ketua Yayasan Dr. Yap Prawirohusodo, GBPH Prabukusumo kepada Jia Xiang Hometown menuturkan, “Dengan adanya Askes, maka pelayanan dapat berjalan lebih baik lagi. Namun demikian tidak boleh ada perbedaan pelayanan antara peserta Askes dengan yang bukan peserta Askes,” tegas dia.

Prabu menuturkan maksud kerjasama ini adalah menunjuk Rumah Sakit Mata Dr Yap sebagai pemberi pelayanan kesehatan rawat jalan tingkat lanjutan dan rawat inap tingkat lanjutan bagi peserta PT ASKES (Persero) beserta keluarganya, sehingga dengan kerjasama yang terjalin diharapkan peserta PT ASKES (Persero) dapat menggunakan haknya untuk mendapatkan

pelayanan kesehatan mata di Rumah Sakit Mata Dr Yap, Yogyakarta.

“Perjanjian kerjasama ini efektif mulai 1 Oktober 2012 hingga 30 September 2014 mendatang. Semoga semakin banyak warga yang terbantu sesuai visi almarhum Dr Yap,” jelasnya.

Sementara itu Kepala PT ASKES Regional VI Jawa Tengah dan DIY drg. Sri Endang Tidarwati menyatakan, bahwa kerjasama dengan RS Mata Dr Yap diharapkan makin memberi kesempatan

warga menggunakan haknya mendapatkan pelayanan kesehatan mata dengan biaya yang lebih minimal karena pembiayaan pelayanan kesehatannya sudah ditanggung PT ASKES (Persero).

“Kerjasama ini merupakan kerjasama pertama kali yang dilakukan oleh PT ASKES dengan RS khusus mata swasta, karena dari hasil kredensial yang dilakukan RS Mata Dr Yap sudah

sangat memenuhi syarat legalitas, SDM kompeten , mutu pelayanan terakreditasi, dan fasilitas medis yang sangat memenuhi standar,” kata Sri Endang Tidarwati.

Sedangkan Prabukusumo mengatakan, pembenahan dan peningkatan pelayanan di rumah sakit yang didirikan Yap Hong Tjoen itu terus diperluas agar tak ada lagi masyarakat miskin dan tak mampu kesulitan berobat. “Almarhum dr Yap awalnya mendirikan rumah sakit ini tanpa

melihat status sosial mereka yang berobat, semua dilayani dengan baik dan sama.

Ini sikap yang harus dijaga dan diteruskan,” kata Prabukusumo. Mimpi Yap Hong Tjoen, kata Prabukusumo harus terus menjadi kenyataan.

Upaya meningkatkan pelayanan di rumah sakit ini kuncinya adalah dengan membangun jaringan dan kerjasama dengan berbagai pihak seluas-luasnya, sehingga yang dilakukan pun lebih mudah terwujud. Selain itu meski tergolong tua, fasilitas juga terus diperbaharui dan ditingkatkan.

Misalnya saja saat ini RS Mata Dr Yap telah menambah fasilitas baru untuk kenyamanan pasien.

Penambahan fasilitas ini berupa guest house yang berada tepat di samping utara rumah sakit. Tujuan dibukanya guest house ini adalah memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pasien ataupun keluarga pasien yang memerlukan rumah penginapan terutama mereka yang berasal

dari luar Yogyakarta.

Selain itu, untuk menunjang kenyamanan pasien yang menjalani operasi katarak sehari (one day care/ODC), RS Mata Dr Yap juga menyediakan ruang tunggu bagi keluarga pasien. Sedangkan peningkatan pelayanan RS Mata Dr Yap pun terlihat dengan adanya peralatan medis berbasis

teknologi canggih dan modern, seperti alat penunjang diagnostik seperti alat perimeter goldmann.

Keunggulan perimeter goldmann dapat merekam seluruh luas lapang pandangan baik yang masih utuh yang sangat luas maupun tinggal sisa-sisa penglihatan yang sangat sempit. Fasilitas penunjang lain adanya Apotik yang lengkap serta  laboratorium. [JX/A.Wicaksono/D9]

 

*)Artikel ini ndimuat di Majalah Jia Xiang Hometown Edisi XI/2012

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here