Presiden Joko Widodo : Perubahan Dimulai Dari Diri Sendiri

Presiden Joko Widodo di Candi Borobudur. (Foto : JX/Dimas Parikesit)

MAGELANG, JIA XIANG – Presiden Joko Widodo didampingi ibu Iriana Joko Widodo menghadiri puncak perayaan Tri Suci Waisak 2559 BE/2015 di Candi Borobudur, Jawa Tengah, Selasa (2/3/15).
Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo mengucapkan Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2559 BE/2015, dan juga berpesan semoga perayaan hari Tri Suci Waisak tahun ini dapat membawa ketentraman, kebahagiaan dan kedamaian tidak saja untuk umat Buddha tapi juga seluruh umat manusia.
Pada kesempatan itu, Presiden menegaskan bahwa perubahan masyarakat harus dimulai dari diri sendiri. “Revolusi mental tanggung jawab masing-masing,” tegas Presiden sambil menambahkan bahwa nilai-nilai ajaran Buddha penting dalam membangun bangsa yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian. Membangun masyarakat seperti itu perlu perjuangan sebagaimana dicontohkan Buddha Gautama.
Untuk itulah Presiden mengajak umat Buddha untuk menjadikan peringatan Waisak sebagai momentum untuk membangun nilai luhur bangsa dan menjaga sesanti di Buku Sutasoma yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Presiden juga berharap perayaan Waisak membawa ketentraman dan kedamaian tidak saja untuk umat Buddha tapi seluruh umat manusia.
”Mari kita jadikan peringatan Tri Suci Waisak tahun ini sebagai momentum dalam membangun nilai-nilai luhur bangsa dan bersama semua anak bangsa untuk tetap menjaga Sesanti yang ditulis dalam kitab Sutasoma, Bhineka Tungal Ika Tanghana Dharma Mangrua,” tegas Presiden.
Setelah berpidato presiden menyaksikan pertunjukan paduan suara Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi). Ada juga pertunjukan musik kecapi dengan membawakan lagu Indonesia Pusaka dan Om Mani Padme Hum dan diakhiri dengan pertunjukan musik angklung yang dimainkan oleh 40 pemusik membawakan lagu berjudul Malam Suci Waisak dan Waisaka Puja.
Presiden pada peringatan Tri Suci Waisak itu juga didampingi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, para menteri kabinet kerja dab duta besar negara sahabat, serta tokoh lintas agama yang hadir dalam acara seremonial di Candi Borobudur.
“Tema waisak tahun ini yakni kembangkan benih kebuddhaan dalam diri masing-masing, dan sub tema sucikan pikiran manusia agar dunia dan alam menjadi harmonis,” jelas Arief Harsono, MM, MPd.B selaku ketua panitia perayaan Tri Suci Waisak. “Tema yang telah dipilih ini diharapkan tertanam dalam lubuk sanubari kita, dan menjadi pedoman hidup kita untuk selalu mengembangkan benih ke-Buddha-an yang welas asih dan tulus hati, tidak berpura-pura atau hanya kedok saja.” lanjutnya.
Presiden beserta rombongan tiba di Candi Borobudur sekitar pukul 19.00 WIB, dan langsung disambut dengan tepuk tangan dari para bhiksu dan umat Buddha yang hadir. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diiringi oleh paduan suara Walubi. Kemudian dilanjutkan dengan pentas tari selamat datang dengan judul Bala Turangga yang melambangkan keberagaman Indonesua. Tarian itu dibawakan oleh BDI Walubi. [JX/Dim/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here