Rumah Sakit untuk Wisatawan Medis

JAKARTA, JIA XIANG – Singapura saat ini merupakan pusat medis di kawasan Asia, dan terkenal sebagai pusat medis internasional yang berhasil menarik ribuan wisatwan medis setiap tahunya. Berbagai pusat pelayanan medis professional yang berkelas terdapat disini. Bahkan perusahaan kesehatan multinasional pun tertarik untuk mendirikan kantor pusat di negara tersebut.

Bagi sebuah rumah sakit menangani para wisatawan medis baik yang melakukan pengecekan kesehatan ataupun berobat bukan hal yang cukup mudah, karena mereka bukan seperti layaknya pasien biasa. Rumah sakit dan dokter memerlukan penanganan yang unik bagi para wisatawan medis ini, karena terkendala perbedaan bahasa, budaya, praktek sosial, etika dan kordinasi pasca perawatan.

Untuk itu sebuah rumah sakit ternama di Asia yang berhasil menduduki peringkat satu dari sepuluh rumah sakit terbaik bagi medical tourism di dunia Gleneagles Hospital Singapore melakukan terobosan tersebut.

Chief Executive Officer Gleneagles Hospital Singapore, Dr Vincent Chia ditemui saat melakukan kunjungan ke Jakarta mengatakan bahwa keahlian seorang dokter adalah faktor utama sebagai preferensi terhadapa pasien. Sebuah alat bisa dibeli tetapi expertise susah disamai. “Dokter yang ada di rumah sakit ini sudah mempunyai pengalaman bertahun-tahun dan sudah menangani ratusan pasien disini,” ungkapnya saat ditemui di Restoran Harum Manis, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/14).

Lebih lanjut Dr. Vincent mengatakan rumah sakit Gleneagles Hospital Singapore terkenal dengan penanganan terhadap pasien ibu dan anak sejak 55 tahun yang lalu. berbagai penyakit ditangani oleh dokter-dokter yang ahli di bidangnya seperti penyakit kulit, tulang, transplantasi hati serta kelahiran.

“Letak geografis antara Singapura dengan Indonesia membuat masyarakat Indonesia banyak yang berobat ke Singapura. Dokter kami banyak yang bisa berbahasa melayu atau Indonesia hal ini membuat pasien asal Indonesia merasa nyaman,” katanya.

Untuk pasien warga Indonesia sendiri, Dr Vincent menjelaskan bahwa dari sekitar 185 hingga 190 pasien setiap harinya di rumah sakit ini ada sekitar 20 persen merupakan warga Indonesia yang datang untuk melakukan pengobatan. “Saya tidak bisa memperkirakan banyaknya warga Indonesia yang ada di rumah sakit ini tetapi mungkin jumlahnya 20 atau 25 persen ada setiap harinya, “ ujarnya.

Dr Vincent menjelaskan bahwa kebanyakan warga Indonesia yang melakukan pengobatan di rumah sakit ini sesuai dengan fokus dari penanganan penyakit rumah sakit Gleneagles Hospital Singapore seperti Kardiologi, Transpalansi, penyakit mata, kanker, dan lain-lainya. [JX/Sop/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here