Siswa SMK Perikanan dan Kelautan Ikuti Sertifikasi International Maritime Organization

Dunia maritim Indonesia tidak semata dioptimalkan sumber daya alamnya, tapi juga sumber daya manusianya. (Foto: Ist./W5)

Kemampuan para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang Perikanan dan Kelautan di Tanah Air akan dioptimalkan, sehingga saat mereka lulus juga mengantongi sertifikat International Maritime Organization (IMO). Upaya ini segera diwujudkan setelah Menko Kemaritiman Indroyono Susilo dan Mendikbud Anies Baswedan menandatangani kesepakatan pemberdayaan generasi muda kelautan dan perikanan di Jakarta, Jumat (27/2/15) lalu.
Menko Kemaritiman dan Mendikbud juga sepakat untuk menetapkan 10 SMK Perikanan dan Kelautan Unggulan sebagai SMK Percontohan, antara lain di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusat Tenggara |Barat, Kalimantan Timur, Maluku, Tual dan Sulawesi Utara.
Dari data di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, SMK bidang Perikanan dan Kelautan berjumlah 900 sekolah yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. SMK Perikanan dan Kelautan, yang memiliki program studi: Nautika Kapal Penangkap Ikan, Teknika Kapal Penangkap Ikan, Nautika Kapal Niaga, Teknika Kapal Niaga, Agribisnis Perikanan dan Agribisnis Rumput Laut segera ditingkatkan kemampuannya hingga memiliki kemampuan sertifikasi International Maritime Organization (IMO).
Khusus untuk menambah tenaga pengajar bidang nautika dan teknika, maka diupayakan pemberian sertifikasi mengajar Standar S-1 bagi para instruktur yang sudah berpengalaman di lapangan guna memperkuat Staf Pengajar di SMK Perikanan dan Kelautan. Para instruktur tadi bisa direkruit dari perwira TNI-AL yang sangat profesional di bidang bridge simulator, basic safety training dan diving yang saat ini banyak bertugas di Kobangdikal.
Di samping itu, khusus untuk bidang agribisnis perikanan dan agribisnis rumput laut , diupayakan kurikulum mencapai 70% praktek dan 30% teori, dari kegiatan budidaya perikanan, pengolahan produk perikanan hingga pengembangan kewirausahaan agribisnis melalui dukungan pembiayaan bank dan nonbank. Hasil latihan kewirausahaan agribisnis perikanan dan rumput tadi dapat mendukung program Kemendikbud tentang pemberian makanan tambahan untuk anak sekolah.
Dalam rangka memberikan kemudahan kegiatan praktik berlayar maka para Siswa SMK Perikanan dan Kelautan akan dilibatkan dalam kegiatan Ekspedisi Nusantara Jaya 2015, yang akan mengerahkan 88 Kapal ke wilayah Timur Indonesia.
Selain itu, 20 Siswa SMK Perikanan dan Kelautan akan dipilih untuk berpartisipasi dalam Operasi Kartika Jala Krida World Expo Milan 2015 dalam pelayaran muhibah Internasional ke Milan Italia, Mei-Juni 2015. Mereka akan berlayar bersama para taruna Akademi Angkatan Laut, Sekolah Tinggi Perikanan dan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, menggunakan Kapal Perang TNI-AL, KRI Banjarmasin592. [JX/PR/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here