Unsur Nabati Bisa Diandalkan Pembuatan Vaksin

JAKARTA, JIA XIANG – Unsur nabati telah digunakan untuk memproduksi vaksin di Tanah Air. Penggunaan unsur nabati, seperti halnya unsur binatang, sebagai media untuk membiakan bibit vaksin dari kuman yang dilemahkan.
Peneliti senior PT Bio Farma Dr, Neni Nurainy mengemukakan hal tersebut dalam pembekalan kepada wartawan cetak dan elektronik tentang pengembangan vaksin di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung atas prakarsa Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin (18/8/14)
Menurut Neni, unsur nabati yang digunakan untuk memproduksi vaksin adalah kedelai. Dari hasil riset yang dilakukannya, pada kedelai terdapat unsur yang mirip dengan unsur binatang.
Unsur binatang tidak lagi menjadi bahan utama pembuat vaksin, diawali oleh adanya kontroversi adanya vaksin tidak halal lantaran unsurnya berasal dari babi. Namun dalam perkembangannya unsur dari sapi pun tak bisa diandalkan karena belum semua kawasan peternakan sapi terbebas sepenuhnya dari antrax atau sapi gila.
Dari sini muncul kekhawatiran transmisi penyakit dari binatang ke manusia. “Kawasan peternakan sapi yang lingkungannya terbebas dari antrax hanya terdapat di Australia dan Selandia Baru,” ungkap Neni.
Terlalu mahal biayanya, lanjut Neni, bila mengandalkan dari dua kawasan tersebut. Dia optimistis, unsur nabati yang tengah dikembangkannya tetap bisa menghasilkan vaksin yang baik. [JX/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here