Waspadai Ponsel Dilengkapi Malware Mata-mata (1)

(foto :esmktcreativos.es)

BERLIN, JIA XIANG – Sebuah perusahaan di Jerman bergerak di bidang keamanan cyber, G DATA, telah menemukan sejumlah perangkat lunak yang serupa malware mata-mata di sejumlah telepon pintar produksi Tiongkok seperti Xiaomi, Lenono, dan Huawei.Bahkan malware itu dapat mendengar pembicaraan Anda, melacak pengguna, dan belanja online. “Parangkat seperti ini banyak ditemukan di sejumlah telepon genggam,” ujar Andy Hayter , staf di bidang keamanan perangkat G DATA, seperti dikutip theepopchtimes, Kamis (10/9/15).
Pada bulan Maret, peneliti pada BlueBox juga menemukan perangkat malware serupa pada telepon selular Xiaomi Mi 4 LTE. Temuan ini sendiri didapati ketika tim perusahaan itu tengah berkunjung ke Tiongkok.
Sebelum temuan lain, pada Juni 2014, G DATA juga mendapati kasus serupa pada malware, yang sebelumnya sudah diinstal, di Star N9500. Juli 2014, peneliti Forum IMA Mobile Hong Kong menemukan perangkat mata-mata pada Redmi Note Xiaomi. Perangkat lunak mata-mata yang ditemukan di semua perangkat ini adalah sejenis, sudah diinstal sebelum telepon selular itu sampai di tangan konsumen. Menurut Hayter, malware yang ditemukan G DATA ini memiliki sifat yang unik yaitu tidak bisa dipindahkan atau dicopot.
“Anda tidak bisa melepaskannya,” tegas Hayter sambil menambahkan bahwa salah satu pilihan bila seseorang menemukan malware itu ialah membeli ponsel baru. Hal ini artinya bukan saja berbicara soal kompleksitas malware itu, tetapi juga sejumlah kerja di balakangnya. Kelompok atau individu di belakang perangkat lunak mata-mata itu harus membuka telepon masing-masing, instal malware itu, lalu mengunci lagi masing-masing ponsel.
Sejauh ini, para peneliti belum dapat menemukan di tahap mana, agen atau distributor, malware ini diinstal. Hayter pun mengatakan kalau ini adalah hasil operasi besar. Sebab semakin banyak telepon yang bermunculan.
Bersama dengan ponsel Huawai, Lenovo, Xiaomi, para peneliti di G Data menemukan perangkat lunak mata-mata serupa di telepon dari Alps, Concorde, DJC, SESONN, dan Xido. Laporan temuan G DATA itu, juga menyebutkan ada 26 model telepon yang dilengkapi malware serupa.
Sejauh ini semua ponsel itu diproduksi di Tiongkok, kecuali Concorde, demikian menurut situs web teknologi, Softpedia. Bahkan G DATA pun menghubungi perusahaan-perusahaan tersebut, namun hanya dua yang meresponsnya. Huawai mengatakan, hal itu terjadi di tengah penyalur di luar proses produksi. Sedangkan Lenovo akan menyelidikinya.
Hayter pun menduga bahwa malware itu diinstal oleh para perantara, yang posisinya ada diantara perusahaan dengan toko penjual. [Bersambung]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here